Banner Iklan

Monitoring Program Bina Desa Kalikejambon: Evaluasi Keberlanjutan Inovasi Pemanfaatan Limbah Lokal untuk Mendukung SDGs Desa

JSN Admin 2
24 Juni 2026 | 18.00 WIB Last Updated 2026-06-24T11:00:17Z
Mahasiswa Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur monitoring dan evaluasi keberlanjutan pemanfaatan limbah lokal di Kalikejambon, Jombang./dok.UPN Jatim

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Program Bina Desa melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap program kerja yang telah dijalankan di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman, penerapan, serta keberlanjutan program yang telah disosialisasikan kepada masyarakat dan siswa selama pelaksanaan Bina Desa. Monitoring dilakukan melalui kunjungan langsung, diskusi dengan masyarakat, serta pengamatan terhadap hasil implementasi dari berbagai inovasi yang telah diperkenalkan.

Program pertama yang dievaluasi adalah Pemanfaatan Pelepah Pisang sebagai Inovasi Produk Keripik Bernilai Gizi dan Ekonomis. Berdasarkan hasil monitoring, masyarakat menunjukkan pemahaman yang baik mengenai proses pengolahan pelepah pisang menjadi produk pangan alternatif.

Beberapa peserta menyampaikan bahwa inovasi tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan bagian tanaman pisang yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Selain memiliki potensi sebagai camilan bernilai gizi, produk keripik pelepah pisang juga dinilai berpotensi menjadi usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan masyarakat apabila dikembangkan lebih lanjut dengan variasi rasa, kemasan yang menarik, dan strategi pemasaran yang tepat.

Monitoring juga dilakukan pada program Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa sebagai Briket Ramah Lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami manfaat tempurung kelapa sebagai sumber energi alternatif yang lebih bernilai dibandingkan hanya dibuang atau dibakar begitu saja.

Masyarakat menilai bahwa pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket dapat menjadi solusi dalam mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, penggunaan briket dinilai dapat mendukung upaya pengurangan pemanfaatan bahan bakar konvensional dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, pada program Pengolahan Kangkung Liar menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan, hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan bahan organik lokal untuk mendukung sektor pertanian.

Masyarakat mulai memahami bahwa kangkung liar yang selama ini dianggap gulma dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Program ini mendapatkan respons positif karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses pembuatannya sederhana, serta berpotensi membantu petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Selain mengevaluasi hasil program, kegiatan monitoring juga menjadi sarana untuk menerima masukan dari masyarakat terkait kendala dan peluang pengembangan program di masa mendatang.

Melalui diskusi yang dilakukan, masyarakat menyampaikan harapan agar inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan lanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Kegiatan monitoring ini menunjukkan bahwa program-program yang telah dilaksanakan tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dan pengelolaan limbah yang lebih produktif.

Inovasi berbasis pelepah pisang, tempurung kelapa, dan kangkung liar menjadi contoh nyata bahwa potensi yang ada di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi program ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui pengembangan peluang usaha berbasis sumber daya lokal, SDGs Desa 2 (Desa Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pemanfaatan bahan pangan alternatif.

Kemudian, SDGs Desa 7 (Energi Bersih dan Terbarukan) melalui pemanfaatan briket tempurung kelapa sebagai energi alternatif, SDGs Desa 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Desa) melalui pengembangan produk bernilai ekonomi.

Lalu, SDGs Desa 12 (Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan) melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat, serta SDGs Desa 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan monitoring yang dilaksanakan setelah seluruh program kerja selesai, mahasiswa Bina Desa berharap inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Kalikejambon.

Keberlanjutan program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan, sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dapat terwujud secara nyata melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki.

Monitoring dan evaluasi dilakukan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur untuk mendukung program SDGs Desa di Kalikejambon, Jombang./dok.UPN Jatim

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Binadesa Kelompok 1 yang terdiri Deny Dwi Dharma Putra (23036010091), Ina Dina Umayah (25031910292), Mulana Nur Alam (25031910294), Nurlia Dwi Puspitasari (23031010061), Suciana (23031010196), dan dengan DPL Dr. Ir. Sintha Soraya Santi, M.T.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program pemberdayaan berbasis SDGs dapat diakses melalui laman resmi UPN Veteran Jawa Timur (https://www.upnjatim.ac.id/) dan LPPM UPN Veteran Jawa Timur (https://lppm.upnjatim.ac.id/). Melalui berbagai program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan desa, UPN Veteran Jawa Timur terus berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kalikejambon, Jombang-13 Juni 2026

***

Editor: YAN

Baca juga: Implementasi SDGs Desa Melalui Pemanfaatan Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Monitoring Program Bina Desa Kalikejambon: Evaluasi Keberlanjutan Inovasi Pemanfaatan Limbah Lokal untuk Mendukung SDGs Desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now