Banner Iklan

Monitoring dan Evaluasi Program Bina Desa Kalikejambon: Mendorong Keberlanjutan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Mendukung SDGs Desa

JSN Admin 2
24 Juni 2026 | 18.18 WIB Last Updated 2026-06-24T11:20:02Z
Mahasiswa Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur monitoring dan evaluasi program SDGs di Desa Kalikejambon, Jombang./dok.UPN Jatim

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Program Bina Desa melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman, penerimaan, serta potensi keberlanjutan program yang telah diperkenalkan kepada masyarakat. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan, wawancara, serta diskusi bersama perangkat desa dan warga yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Program pertama yang dievaluasi adalah Inovasi Pembuatan Keripik dari Jantung Pisang. Berdasarkan hasil monitoring, masyarakat menunjukkan ketertarikan terhadap pengolahan jantung pisang menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Selama ini jantung pisang umumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur atau bahkan tidak dimanfaatkan sama sekali. Melalui program ini, masyarakat memperoleh wawasan baru bahwa jantung pisang dapat diolah menjadi keripik yang memiliki cita rasa khas, kandungan serat yang baik, serta berpotensi menjadi produk usaha rumahan.

Beberapa peserta menyampaikan bahwa inovasi tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan hasil samping tanaman pisang menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Monitoring selanjutnya dilakukan pada program Pembuatan Briket dari Jerami Padi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat memahami manfaat jerami padi sebagai bahan baku energi alternatif yang ramah lingkungan.

Sebagai desa yang didominasi oleh sektor pertanian, limbah jerami padi tersedia dalam jumlah yang melimpah setiap musim panen. Program ini memberikan pemahaman bahwa jerami yang selama ini sering dibakar di lahan dapat diolah menjadi briket yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Selain membantu mengurangi limbah pertanian, pemanfaatan jerami padi menjadi briket juga dinilai mampu mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi praktik pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari udara.

Program ketiga yang dievaluasi adalah Pemanfaatan Limbah Bonggol Pisang menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Berdasarkan hasil monitoring, masyarakat menunjukkan respons positif terhadap inovasi tersebut karena bahan baku mudah ditemukan dan proses pembuatannya relatif sederhana.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memahami bahwa bonggol pisang yang selama ini dianggap limbah ternyata mengandung unsur hara yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair yang dihasilkan dapat menjadi alternatif bagi petani dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain menilai tingkat pemahaman masyarakat, kegiatan monitoring juga menjadi sarana untuk menggali berbagai masukan terkait pengembangan program ke depan.

Masyarakat berharap agar inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus didampingi melalui pelatihan lanjutan sehingga dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa. Antusiasme warga menunjukkan bahwa program-program yang berbasis pemanfaatan limbah lokal memiliki peluang besar untuk diterapkan secara berkelanjutan.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa ketiga program kerja yang telah dilaksanakan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber daya yang bernilai.

Melalui inovasi pengolahan jantung pisang menjadi keripik, jerami padi menjadi briket, dan bonggol pisang menjadi pupuk organik cair, masyarakat diajak untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui pengembangan peluang usaha berbasis sumber daya lokal, SDGs Desa 2 (Desa Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian dan penguatan ketahanan pangan.

Kemudian, SDGs Desa 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Desa) melalui pengembangan produk inovatif yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, SDGs Desa 12 (Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan) melalui pengelolaan limbah menjadi produk yang bernilai guna, serta SDGs Desa 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dan pengurangan limbah pertanian.

Melalui kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada 5 Juni 2026 ini, mahasiswa Bina Desa berharap seluruh program yang telah diperkenalkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Kalikejambon.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa, inovasi berbasis limbah pertanian tersebut diharapkan mampu menjadi solusi yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendukung terwujudnya pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs Desa.

Mahasiswa Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur monitoring dan evaluasi program SDGs di Kalikejambon, Jombang./dok.UPN Jatim

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Binadesa Kelompok 2 yang terdiri Muhammad Ulul Azmi (23031010173), Alda Putri Ariyanti (23031010148), Aryo Putra Ainurrahman (23031010172), Muhammad Rafif Dzikrullah (22031010055), dan Rizal Gibran Adhitya Wijaya (23036010028) dengan DPL Alifah Nur Aini Fajrin, S.T., M.T.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim melalui pemanfaatan limbah pertanian yang berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program pemberdayaan berbasis SDGs dapat diakses melalui laman resmi UPN Veteran Jawa Timur (https://www.upnjatim.ac.id/) dan LPPM UPN Veteran Jawa Timur (https://lppm.upnjatim.ac.id/). Melalui berbagai program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan desa, UPN Veteran Jawa Timur terus berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kalikejambon, Jombang-5 Juni 2026

***

Editor: YAN

Baca juga: Evaluasi Keberlanjutan Inovasi Pemanfaatan Limbah Lokal untuk Mendukung SDGs Desa


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Monitoring dan Evaluasi Program Bina Desa Kalikejambon: Mendorong Keberlanjutan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Mendukung SDGs Desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now