Prof Abdul Syukur (batik) bersama alumni Aman, salah satu dari 38 Alumni SMAN 3 Kota Malang yang serentak mengajar bersama para siswa
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 38 alumni SMAN 3 Kota Malang kembali ke almamater untuk menginspirasi adik kelas melalui program Alumni Mengajar, Rabu (5/8/2026).
Telah menjadi tradisi tahunan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMAN 3 (SMANTI) Kota Malang , pada Dies Natalis ke 74 ini para alumni dari berbagai profesi datang untuk berbagi pengalaman, wawasan karier, hingga motivasi kepada para siswa.
Mereka mengajar ke 30 ruang kelas di sekolah yang dikenal memiliki jargon Bhawikarsu ini. Disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing. Alumni yang berprofesi di bidang kesehatan mengajar di kelas sains, sementara profesi lain ditempatkan sesuai jurusan dan mata pelajaran yang relevan agar materi yang disampaikan lebih kontekstual.
Staf Humas SMAN 3 Kota Malang, Amalia Sawitriana, mengatakan program Alumni Mengajar merupakan agenda rutin yang selalu dinantikan siswa karena menghadirkan sosok-sosok inspiratif yang pernah belajar di sekolah tersebut.
"Tahun ini ada 38 alumni yang masuk langsung ke kelas-kelas. Penempatannya disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing agar siswa mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia perkuliahan dan profesi yang ingin mereka tekuni," ujar Amalia.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan berbagai pilihan karier sejak dini sehingga siswa dapat merencanakan masa depan dengan lebih matang.
Diantara beberapa kelas yang menarik perhatian adalah kelas Medical Science. Nampak Dr. Ariani, Dr. Cintatya Intan Prawestri, M.Kg., CMC dan Prof. Dr. dr. Abdul Syukur, Sp.B., FINACS.
Dr. Cintatya membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan kedokteran hingga menjadi dokter gigi profesional. Sementara itu, Prof Abdul Syukur memberikan pembekalan mengenai strategi lolos seleksi Fakultas Kedokteran sekaligus pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Menurut Prof Abdul Syukur, siswa sebaiknya mulai mengenal berbagai profesi sejak kelas X SMA agar memiliki waktu cukup untuk menemukan minat, mengenali potensi diri, dan menyusun strategi menuju perguruan tinggi impian.
"Anak-anak harus dikenalkan pada dunia profesi sejak kelas 10 SMA. Jangan menunggu kelas 12, karena mereka perlu waktu untuk memahami dan menentukan pilihan hidupnya," katanya.
Ia juga mengingatkan agar siswa tidak memilih jurusan hanya karena mengikuti keinginan orang lain.
"Kalau memang bercita-cita menjadi dokter, jadikan itu keputusan diri sendiri. Jangan dipengaruhi teman ataupun orang lain. Setelah menentukan pilihan, fokuslah mengejarnya," tegasnya.
Dalam paparannya, Prof Abdul Syukur membagikan beberapa kiat agar peluang lolos Fakultas Kedokteran semakin besar.
Pertama, siswa harus belajar secara konsisten sejak awal SMA dan mulai mengikuti bimbingan belajar khusus seleksi kedokteran ketika memasuki kelas XII.
Kedua, keberhasilan harus diimbangi dengan doa dan usaha yang maksimal.
"Kunci menjadi dokter itu sederhana, belajar, berusaha, dan berdoa kepada Tuhan. Ketiganya harus berjalan bersama," ujarnya.
Selain kesiapan akademik, Prof Abdul Syukur juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa penyakit pencernaan seperti wasir hingga kanker usus besar kini semakin banyak ditemukan pada usia muda akibat pola hidup yang tidak sehat.
Karena itu, ia menyarankan siswa memperbanyak konsumsi buah dan sayur, tidak terlalu lama duduk di toilet, serta rutin berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu.
"Olahraga tidak harus mahal. Jalan kaki sudah baik, tetapi kalau bisa berenang itu salah satu olahraga terbaik karena baik untuk paru-paru, tulang belakang, dan persendian," jelasnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi mengenai dunia perkuliahan, kehidupan mahasiswa kedokteran, hingga peluang karier di bidang kesehatan.
Melalui program Alumni Mengajar, Kepala SMANTI Dr. Sasongko, S.Pd., M.M menyampaikan tidak hanya mempererat ikatan dengan para alumninya, tetapi juga menghadirkan inspirasi nyata bagi siswa.
"Untuk berani bermimpi, mengenali potensi diri, dan mempersiapkan masa depan sejak bangku SMA," ujarnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?