JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: 29 Juli 2026. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan hal penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan kontribusi terhadap produk domestik bruto.
Namun, di balik peran strategisnya, banyak pelaku UMKM masih menghadapi tantangan seperti minimnya pemahaman akan pentingnya identitas visual dan strategi pemasaran modern. Hal ini membuat produk lokal mengalami kesulitan bersaing akibat nilai jual (branding) yang masih tradisional dan kurang memikat konsumen, terutama dari kalangan milenial dan anak muda.
Keterbatasan daya tarik visual ini berbanding lurus dengan rendahnya brand awareness atau kesadaran merek di mata konsumen. Padahal di era ekonomi digital saat ini, identitas visual seperti logo yang kuat dan media promosi yang menarik bukan lagi sekadar hiasan pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun kepercayaan pelanggan. Produk yang memiliki citra produk jelas dan menarik terbukti jauh lebih mudah dikenali serta diingat pasar.
Melihat kesenjangan tersebut, Kelompok KKN Bela Negara SDGs 32 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program penyuluhan re-branding bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Program ini diusung sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung dua tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 yakni Tanpa Kemiskinan dan SDG 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui pendampingan re-branding ini, para pelaku UMKM diajak untuk meningkatkan nilai jual produknya agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Ketika penjualan meningkat, maka secara langsung hal itu akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga. Peningkatan pendapatan ini merupakan langkah nyata dalam mengentaskan kemiskinan. Di sisi lain, UMKM yang tangguh dan berdaya saing tinggi diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menghidupkan roda perekonomian Desa Tebel secara inklusif dan berkelanjutan.
Modernisasi Usaha Tradisional
Menyadari pentingnya hal tersebut, Kelompok KKN Bela Negara SDGs 32 dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur menginisiasi program penyuluhan re-branding yang menyasar dua UMKM unggulan di Desa Tebel, yaitu usaha Opak Jepit Barokah Bu Sunarni dan usaha Jamu Bu Suparliyah. Program ini tidak dilaksanakan melalui sosialisasi massal, melainkan menggunakan pendekatan door-to-door atau kunjungan langsung ke rumah produksi masing-masing pelaku usaha. Metode ini dipilih agar pendampingan yang diberikan dapat lebih mendalam, personal, dan sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap UMKM.
Sebelum pelaksanaan pendampingan, tim KKN terlebih dahulu melakukan observasi untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi para pelaku usaha. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Desa Tebel masih memiliki keterbatasan pada aspek identitas visual, mulai dari belum adanya logo yang representatif, kemasan yang masih sederhana, hingga minimnya media promosi yang mampu menarik perhatian konsumen. Selain itu, mayoritas pelaku usaha merupakan ibu rumah tangga yang disibukkan dengan aktivitas produksi sehari-hari sehingga sulit mengikuti kegiatan sosialisasi dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama dalam memilih metode pendampingan secara langsung.
"Setelah melakukan observasi ke beberapa UMKM di Desa Tebel, kami menyadari bahwa pendekatan melalui sosialisasi umum kurang efektif. Sebagian besar pelaku usaha merupakan ibu rumah tangga yang memiliki aktivitas produksi setiap hari sehingga sulit meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan. Karena itu, kami memilih metode door-to-door agar dapat berdiskusi secara langsung, memahami kondisi usaha mereka, serta memberikan solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM," ujar salah satu anggota KKN Bela Negara SDGs 32.
Pada kunjungan door-to-door tersebut, mahasiswa KKN Bela Negara SDGs 32 Jombang tidak hanya memberikan penyuluhan secara teori mengenai pentingnya re-branding, tetapi juga memberikan pendampingan praktis secara langsung. Fokus utama dari program ini adalah menciptakan identitas visual yang kuat dan modern bagi kedua UMKM tersebut. Pada UMKM Opak Jepit Barokah Bu Sunarmi, tim KKN merancang identitas visual baru berupa logo yang lebih modern tanpa menghilangkan karakter produk tradisional yang dimiliki, pembaruan identitas ini diharapkan mampu menarik minat konsumen milenial dan generasi muda. Logo tersebut dirancang dengan menggabungkan elemen tradisional khas opak dengan sentuhan desain modern yang simpel namun berkesan. Selain logo, tim juga merancang sebuah spanduk atau Banner yang memuat logo baru, nama usaha, informasi kontak, serta alamat usaha yang telah terintegrasi dengan Google Maps sehingga memudahkan pelanggan menemukan lokasi produksi secara langsung.
Melalui proses rebranding ini, diharapkan Opak Jepit Barokah Bu Sunarmi tidak hanya memiliki tampilan yang lebih profesional, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi digital.
Pemilik UMKM Opak Jepit Barokah, Ibu Sunarmi menyambut baik pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN Bela Negara SDGs 32. Menurutnya, logo dan banner baru yang telah dirancang membuat usahanya terlihat lebih menarik dan lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Ia juga mengaku senang karena sebelumnya belum pernah memiliki identitas usaha yang dirancang secara khusus.
“Alhamdulillah, saya senang sekali dengan hasilnya. Logonya bagus, bannernya juga jadi kelihatan lebih rapi dan menarik. Semoga dengan tampilan baru ini usaha saya bisa lebih dikenal banyak orang. Terima kasih untuk adik-adik KKN yang sudah mau membantu usaha kami, ” ungkap Ibu Sunarmi selaku pemilik UMKM Opak Jepit Barokah.
Minuman Berkhasiat Tanpa Identitas
Pendampingan serupa juga diberikan kepada UMKM Jamu Tradisional Bu Suparliyah, salah satu usaha rumahan yang telah lama memproduksi jamu tradisional dengan resep turun-temurun. Selama ini, produk jamu tersebut dipasarkan secara sederhana tanpa memiliki identitas merek yang jelas, sehingga belum memiliki logo, kemasan, maupun media promosi yang dapat memperkuat citra usahanya di tengah persaingan pasar.
Melalui program Tebel Creative Economy, mahasiswa KKN Bela Negara SDGs 32 berupaya dalam membuat dan merancang identitas visual yang lebih menarik dan profesional. Meskipun pada awalnya Bu Suparliyah selaku pemilik Usaha jamu enggan dalam menambahkan logo maupun identitas merek buat usahanya, dikarenakan beliau takut usaha tersebut menjadi lebih besar sehingga mengakibatkan beliau kewalahan dana melayani pelanggan, tim KKN tetap membantu dalam pembuatan identitas merek untuk UMKM Jamu tersebut. Tim KKN mendesain sebuah logo yang mencerminkan karakter jamu tradisional sebagai produk herbal yang alami, sehat, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, mahasiswa juga menyiapkan desain kemasan serta banner usaha yang dapat digunakan sebagai media promosi sekaligus memperkuat identitas UMKM.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah mau membantu usaha jamu saya. Saya senang karena sudah dibantu dalam membuat merek buat jamu saya. Siapa tahu nanti bisa saya gunakan kalau usaha ini ingin saya kembangkan lagi," ungkap Bu Suparliyah selaku pemilik UMKM Jamu Tradisional.
Selama proses pendampingan, tim KKN Bela Negara SDGs 32juga berdiskusi secara langsung dengan pemilik usaha mengenai pentingnya branding dalam meningkatkan daya saing produk. Meskipun demikian, keputusan untuk menggunakan logo, kemasan, maupun banner yang telah dirancang sepenuhnya diserahkan kepada pemilik usaha. Mahasiswa KKN menghargai setiap pertimbangan yang dimiliki pelaku UMKM, sekaligus berharap hasil rebranding tersebut dapat menjadi referensi yang bermanfaat apabila di kemudian hari usaha ingin mengembangkan strategi pemasarannya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital, mahasiswa KKN tetap membantu pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps. Langkah ini dilakukan agar masyarakat maupun calon pelanggan dapat menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah melalui pencarian secara daring. Kehadiran lokasi usaha pada Google Maps diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas sekaligus memperkenalkan UMKM Jamu Bu Suparliyah kepada masyarakat yang lebih luas tanpa mengubah karakter usaha yang telah dijalankan selama bertahun-tahun.
Pendekatan yang dilakukan dalam program ini menunjukkan bahwa pendampingan UMKM tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa desain, tetapi juga mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan penghormatan terhadap keputusan pelaku usaha. Dengan demikian, program Tebel Creative Economy tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik antara mahasiswa dan masyarakat sebagai mitra dalam proses pemberdayaan ekonomi desa.
"Melalui program Tebel Creative Economy, kami ingin membantu UMKM di Desa Tebel memiliki identitas usaha yang lebih kuat dan mudah dikenal masyarakat. Pendampingan yang kami lakukan tidak hanya sebatas membuat logo atau banner, tetapi juga memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Harapannya, hasil yang kami berikan dapat menjadi bekal bagi UMKM untuk terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar salah satu anggota KKN Bela Negara SDGs 32 UPN "Veteran" Jawa Timur.

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?