Banner Iklan

Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Perkuat Digitalisasi UMKM Desa Mangkujajar melalui Program UMKM GO DIGITAL

Admin JSN
03 Agustus 2026 • 11.04 WIB
Dokumentasi Bersama Perkuat Digitalisasi UMKM Desa Mangkujajar melalui Program UMKM GO DIGITAL

            LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Desa Mangkujajar terletak di Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Desa ini terbagi menjadi empat dusun, yaitu Dusun Mojolebak, Pilang Pinggir, Mengkuli, dan Sambijajar. Berdasarkan data dari Sekretaris Desa tahun 2025, Desa Mangkujajar terdiri dari 1791 penduduk dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, berdasarkan hasil survei awal, diketahui bahwa pelaku UMKM Desa Mangkujajar masih belum terdata secara keseluruhan. Selain itu, pemasaran serta transaksi produk UMKM tergolong minim memanfaatkan media digital seperti Google Maps, QRIS, dan TikTok. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur, tepatnya Kelompok 11 Desa Mangkujajar menjalankan Program Kerja yang disebut UMKM GO DIGITAL.

            Tahap awal program kerja UMKM GO DIGITAL dilaksanakan pada tanggal 18–19 Juli 2026 melalui kegiatan sensus UMKM di Desa Mangkujajar. Pelaksanaan sensus dilakukan dengan mendatangi setiap pelaku UMKM di Desa Mangkujajar. Setiap dusun didatangi oleh dua tim sensus yang terdiri dari tim SIDATA UMKM dan tim ON MAPS. Kegiatan sensus ini diisi dengan melakukan pendataan UMKM, marking lokasi UMKM di Google Maps, serta penjelasan singkat terkait pentingnya digitalisasi. Namun, beberapa UMKM di Desa Mangkujajar telah terdaftar di Google Maps. Oleh karena itu, tim ON MAPS hanya bertugas membantu mengevaluasi kebenaran informasi dan titik lokasi UMKM. Selain itu, juga dilakukan penginputan serta pembenahan titik lokasi, seperti masjid, musholla, klinik kesehatan, hingga TPU yang ada di Desa Mangkujajar. 

            Berdasarkan hasil tahapan sensus UMKM, tim SIDATA UMKM berhasil  mendata sebanyak 56 UMKM. Tim ON MAPS berhasil mendaftarkan lokasi sebanyak 90% UMKM yang terdata ke Google Maps, sedangkan 10% lainnya telah terdaftar sebelumnya. Ketimpangan persentase ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih belum memanfaatkan digitalisasi secara optimal, khususnya Google Maps. Sebagai bentuk evaluasi dari permasalahan tersebut, maka tahapan selanjutnya dari program kerja ini adalah pelaksanaan workshop. Workshop dilaksanakan dengan mengumpulkan para pelaku UMKM terdata di Balai Desa Mangkujajar pada tanggal 25 Juli 2026. Adapun materi yang disampaikan meliputi tutorial Marking Google Maps, pembuatan QRIS, hingga tips dan trik pembuatan konten promosi di TikTok. Materi terkait QRIS dan Tiktok turut diberikan sebagai pengenalan media digital yang dapat menunjang pengembangan UMKM. Melalui kegiatan workshop ini pelaku UMKM diharapkan dapat memahami dan memanfaatkan berbagai media digital sebagai sarana pengembangan usaha.

            Tahapan terakhir dari program kerja UMKM GO DIGITAL adalah kegiatan Door to Door untuk pelaksanaan post-test dan pengumpulan feedback. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juli 2026 dengan mendatangi 56 pelaku UMKM secara langsung. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan apakah materi yang telah disampaikan saat workshop telah dipahami dan diterapkan secara nyata. Kuesioner post-test turut dibagikan melalui Google Form kepada seluruh pelaku UMKM untuk mengukur pemahaman terkait marking Google Maps, penggunaan QRIS, dan video promosi TikTok. Selain itu, ditanyakan juga mengenai feedback terkait manfaat yang dirasakan oleh pelaku UMKM dari kegiatan ini. Salah satu kendala dalam tahapan ini, yaitu rendahnya minat pelaku UMKM dalam pembuatan QRIS. Hal ini disebabkan karena mayoritas konsumen di wilayah tersebut jarang menggunakan metode non-tunai. Temuan kendala pada tahapan Door to Door akan dijadikan sebagai bahan evaluasi keberhasilan program kerja UMKM GO DIGITAL.

Setelah seluruh rangkaian program kerja UMKM GO DIGITAL selesai dilaksanakan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM memberikan tanggapan positif. Hal tersebut tercermin dari berbagai feedback yang disampaikan oleh pelaku UMKM selama proses Door to Door. Berikut beberapa feedback dari pelaku UMKM:

"Merasa sangat terbantu dengan adanya Google Maps, QRIS, dan promosi di sosial media. Google Maps memudahkan orang lain untuk mencari lokasi UMKM. Adanya QRIS memudahkan pelanggan dalam pembayaran. Hal ini karena sebelumnya sudah ada pelanggan yang menanyakan pembayaran melalui Dana tetapi belum memiliki akun Dana.” - UMKM Adonan Endees.

“Dengan adanya Google Maps membantu usaha Pondok Tirta lebih dikenal luas yang biasanya hanya tersebar dari mulut ke mulut saja.” - UMKM Pondok Tirta.

“Jadi lebih tahu tentang QRIS, terutama perbedaan rekening bisnis dan personal. Selain itu, juga jadi paham cara mengedit dan mengelola informasi usaha di Google Maps.” - UMKM Konveksi Ayunda.

Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa program UMKM GO DIGITAL berhasil meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan Google Maps, QRIS, serta TikTok guna meningkatkan visibilitas usaha.


Penulis : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Kabupaten Lamongan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Perkuat Digitalisasi UMKM Desa Mangkujajar melalui Program UMKM GO DIGITAL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?