![]() |
| Sumber: Dokumentasi Pribadi |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Dr. Heny Kusdiyanti bersama anggota tim Putra Hilmy Prayitno, Gamma Rahmita Ureka Hakim, dan Robby Wijaya melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam melalui Pelatihan Community Based Tourism untuk Meningkatkan Keterampilan dan Kemandirian Ekonomi Laskar Anak Pekerja Migran di Donomulyo”.
Program ini dilaksanakan bersama Laskar Anak Pekerja Migran (LAPM) Kecamatan. Donomulyo sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar, keterampilan produktif, serta kemandirian ekonomi anak-anak pekerja migran melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan potensi lokal yang dimiliki wilayah Donomulyo.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua LAPM, dan Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M. selaku Ketua Pengabdian. Dalam sambutannya, Ketua LAPM menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian Universitas Negeri Malang atas kontribusi dalam mendampingi anak-anak pekerja migran, melalui program yang berfokus pada pengembangan keterampilan, motivasi belajar, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Ketua tim pengabdian, Dr. Heny Kusdiyanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun keterampilan hidup (life skills) yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak pekerja migran di masa depan. Menurutnya, pemberdayaan generasi muda perlu dilakukan sejak dini agar mereka memiliki motivasi untuk terus belajar dan mampu memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenjang pendidikan. Sebanyak 15 siswa Sekolah Dasar mengikuti pelatihan pembuatan batik tie dye, sedangkan 10 peserta SMP dan SMA mengikuti pelatihan pengolahan jagung menjadi popcorn. Sebelum praktik dimulai, peserta SMP dan SMA memperoleh materi motivasi minat dan bakat yang disampaikan oleh Gamma Rahmita Ureka Hakim. Materi tersebut bertujuan menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kepercayaan diri, serta membantu peserta mengenali potensi yang dimiliki untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Program pengabdian ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan motivasi belajar, keterampilan produktif, dan kemandirian ekonomi anggota LAPM melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Pendekatan ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran, kreativitas, dan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenjang pendidikan agar materi yang diberikan sesuai dengan karakteristik dan kemampuan peserta. Kelompok pertama terdiri atas 15 siswa Sekolah Dasar (SD) yang mengikuti pelatihan pembuatan batik tie dye. Kegiatan diawali dengan pengenalan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada alat dan bahan yang digunakan, seperti kain, pewarna tekstil, karet gelang, dan wadah pewarna. Dengan pendampingan tim pengabdian, peserta mempraktikkan teknik dasar tie dye melalui proses melipat, menggulung, dan mengikat kain menggunakan berbagai pola untuk menghasilkan motif yang berbeda.
Setelah itu, peserta melakukan proses pewarnaan dengan mengombinasikan berbagai warna sesuai kreativitas masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan motorik dan kreativitas peserta, tetapi juga mengembangkan ketelitian, kesabaran, serta kepercayaan diri dalam menghasilkan karya yang unik dan bernilai jual.
Sementara itu, kelompok kedua yang terdiri atas 10 peserta jenjang SMP dan SMA mengikuti pelatihan pengolahan jagung menjadi popcorn. Kegiatan ini dipilih karena jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dihasilkan di wilayah Donomulyo sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai potensi ekonomi jagung serta peluang pengembangannya menjadi produk pangan yang lebih menarik bagi konsumen. Selanjutnya, peserta mempraktikkan secara langsung proses pembuatan popcorn mulai dari persiapan bahan baku, teknik pemanasan, hingga pengolahan menjadi produk siap konsumsi. Peserta juga diajarkan cara menambahkan variasi rasa untuk meningkatkan daya tarik produk.
Selain keterampilan produksi, peserta SMP dan SMA juga mendapatkan wawasan mengenai dasar-dasar kewirausahaan, seperti pentingnya pengemasan produk, penentuan harga jual, serta strategi pemasaran sederhana yang dapat dilakukan melalui lingkungan sekitar maupun media digital. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan mereka dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dengan demikian, pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, serta kesadaran untuk memanfaatkan potensi lokal sebagai peluang usaha yang dapat mendukung kemandirian ekonomi di masa depan. Selama kegiatan berlangsung tim dosen pendamping, yaitu Putra Hilmi Prayitno, Gamma Rahmita Ureka Hakim, dan Robby Wijaya, yang memberikan arahan pada masing-masing kelompok.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan antusias. Anak-anak SD berhasil menghasilkan produk batik tie dye dengan berbagai variasi motif dan warna, sedangkan peserta SMP dan SMA mampu mengolah jagung menjadi popcorn yang siap dikonsumsi dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar, rasa percaya diri, kreativitas, dan pemahaman mengenai pentingnya keterampilan sebagai bekal menuju kemandirian ekonomi.
Tim pengabdian berharap keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus dikembangkan melalui pendampingan berkelanjutan oleh LAPM dan masyarakat setempat. Produk batik tie dye dan popcorn diharapkan menjadi sarana pengembangan kreativitas serta ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah desa, dan Universitas Negeri Malang, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang lebih mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Program ini juga mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan motivasi belajar dan pengembangan keterampilan peserta, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan jiwa kewirausahaan dan pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?