Banner Iklan

Senator Lia Istifhama: Memuliakan Orang Tua adalah Investasi Berharga

Admin JSN
06 Maret 2026 | 15.24 WIB Last Updated 2026-03-06T08:26:40Z
Senator DPD RI Lia Istifhama mengingatkan kepada anak muda untuk menghormati orang tuanya agar menjadi berkah dan investasi mulia yang tak terukur oleh apa pun./dok. Istimewa


SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak generasi muda menjadikan momen Ramadan untuk meningkatkan sikap hormat kepada orang tua.

Menurut Senator Lia Istifhama, menghormati orang tua merupakan bagian dari akhlak utama yang harus ikut ditingkatkan selama Ramadan.

Lia mengatakan bahwa memuliakan orang tua bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga investasi nilai yang kelak akan kembali kepada diri sendiri.

Pesan yang disampaikan Lia ini juga mengutip riwayat dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah orang muda yang memuliakan orang tua, kecuali Allah akan membalasnya, di mana orang-orang muda akan memuliakannya ketika usianya telah tua."

Riwayat tersebut dikenal luas sebagai pengingat tentang pentingnya adab antargenerasi dalam Islam.

Bagi Lia, hadis tersebut mengandung pesan yang sangat dalam dan sikap menghormati orang tua tidak semata soal sopan santun, tetapi juga dapat menjadi cermin kualitas iman dan kematangan karakter.

Apalagi dalam kehidupan modern saat ini, relasi antara anak muda dan orang tua kerap menghadapi tantangan akibat perbedaan pola pikir, gaya hidup, dan pengaruh budaya digital.

"Anak muda hari ini harus ingat, memuliakan orang tua bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bekal kemuliaan untuk dirinya di masa depan. Apa yang ditanam hari ini, itulah yang akan dipanen kelak," ungkap Lia yang tetap beraktivitas di Kantor DPD RI Jawa Timur di Surabaya (5/3).

Politisi yang akrab disapa Ning Lia juga menilai, Ramadan merupakan bulan yang paling tepat untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua. Tidak sedikit orang yang sibuk mengejar target ibadah personal, tetapi lupa bahwa bakti kepada ayah dan ibu justru menjadi bagian penting dari amal yang bernilai besar di hadapan Allah.

Senator yang meraih 2.739.123 suara pada pemilu legislatif 2024 ini menegaskan, bentuk memuliakan orang tua tidak selalu harus besar. Hal-hal sederhana seperti berbicara dengan lembut, mendengarkan nasihat, membantu kebutuhan mereka, meluangkan waktu, hingga mendoakan keduanya secara rutin merupakan wujud penghormatan yang sangat berarti.

Menurut keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, masyarakat juga perlu menanamkan kembali budaya hormat kepada orang tua di tengah menguatnya individualisme.

Ia tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya tentang potensi melunturnya adab anak kepada orang tua di dalam lingkup keluarga pada era sekarang. Sebab menurutnya, sikap anak kepada orang tua tidak hanya untuk adab keluarga, tetapi juga fondasi moral dalam kehidupan sosial.

"Kalau anak muda terbiasa menghormati yang lebih tua, maka ia sedang membangun peradaban yang sehat. Di situ ada pendidikan akhlak, ada keteladanan, dan ada keberkahan hidup," jelasnya.

Lia kemudian berharap Ramadan tahun ini tidak hanya diisi dengan ibadah ritual, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan keluarga. Menurutnya, keluarga yang dibangun dengan adab dan penghormatan kepada orang tua akan melahirkan generasi yang lebih kuat secara spiritual maupun sosial.

"Jangan menunggu momen menyesal saat orang tua sudah tiada, dan Ramadan adalah saat terbaik untuk menunjukkan cinta, hormat, serta bakti kita kepada mereka," tegasnya.

Adapun menurut survei King's College London (September 2023), anak dewasa Indonesia masuk kategori pihak yang paham bahwa mereka harus mengurus orang tuanya.

Ini dibuktikan dengan persentase Indonesia (91%) masuk lima teratas dalam kategori tersebut bersama China (98%), Mesir (98%), Nigeria (94%), dan Maroko (85%).

Hal ini bisa saja dipicu oleh didikan orang tua yang mengutamakan pendidikan agama yang sebesar 75%, tertinggi kedua setelah Mesir (82%).

Hanya saja, didikan orang tua Indonesia terhadap hal lain masih menjadi pekerjaan rumah, yakni tentang toleransi dan menghormati orang lain (45%, terendah kedua setelah Iran), ketidakegoisan (14%, terendah keempat), dan imajinasi (7%, terendah kedua setelah Mesir). ***

Editor: YAN

Baca juga: Ramadan Momentum Perbanyak Hal Bermanfaat


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama: Memuliakan Orang Tua adalah Investasi Berharga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now