Tema Sustainable Culture Summit diangkat sebagai bentuk kampanye bahwa perkembangan tren dan mode tidak harus menjadi nilai utama dalam kehidupan. Generasi muda diharapkan mampu bersikap bijak dalam berpenampilan dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya, etika, dan identitas diri. Melalui tema ini, Putri Hijab Jawa Timur ingin mengajak masyarakat memahami bahwa fashion tidak hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab sosial, keberlanjutan, dan pelestarian budaya.
Acara yang turut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ini menghadirkan 20 finalis terbaik yang telah melewati berbagai tahapan seleksi dan pembekalan. Seluruh finalis menunjukkan kemampuan, wawasan, kepribadian, serta kepedulian sosial yang menjadi nilai penting dalam ajang Putri Hijab Jawa Timur.
Pada malam puncak Grand Final, dewan juri menetapkan tiga pemenang utama. Gelar Winner Putri Hijab Jawa Timur 2026 berhasil diraih oleh Cheryl Ailish Salsabila (01). Posisi Runner Up 1 diraih oleh Eva Diliyanti (04), dan Runner Up 2 diraih oleh Intan Kharisma (14).
Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada para finalis berprestasi, yaitu:
* Berbakat: Zakiyah El-Nufus (21)
* Persahabatan: Zahra Aurandie (10)
* Best Gown: Nur Faizah Hardiyanti (17)
* Best Speech: Khoirunnisa (15)
* Best Catwalk: Safira Alfi Nuruzzahra (02)
* Intelegensia: Andhin Anandhita (16)
* Favorite: Marsha Erinna Farand (11)
* Best Star of The Year: Agfiaulia Gusti (07)
Ketiga pemenang utama diharapkan mampu menjadi representasi perempuan muda Jawa Timur yang inspiratif, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan. Mereka juga diharapkan dapat membawa nama baik Putri Hijab Jawa Timur ke tingkat yang lebih tinggi melalui berbagai program sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai Winner Putri Hijab Jawa Timur 2025, Ima Yustianingsih menjelaskan bahwa tema “Sustainable Culture Summit” dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan gaya hidup generasi muda yang semakin dinamis di era modern.
“Tema Sustainable Culture Summit kami angkat karena kami percaya bahwa perempuan muda tidak hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan tren, tetapi juga mampu menjaga identitas, nilai budaya, dan karakter yang dimilikinya. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa berpenampilan baik tidak harus selalu mengikuti arus tren yang terus berubah, melainkan bagaimana kita dapat berpakaian secara bijak, percaya diri, serta tetap menghargai budaya dan nilai-nilai yang ada di sekitar kita,” ujar Ima Yustianingsih.
Ia juga berharap kepengurusan Putri Hijab Jawa Timur 2026 dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya berharap kepengurusan Putri Hijab Jawa Timur 2026 dapat menjadi keluarga yang solid, inovatif, dan semakin aktif menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga para pemenang dan seluruh finalis dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi, membawa semangat pemberdayaan perempuan, serta terus menjaga visi Putri Hijab Jawa Timur sebagai wadah pengembangan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Grand Final Putri Hijab Jawa Timur 2026, diharapkan semangat Sustainable Culture Summit dapat terus digaungkan sebagai gerakan nyata dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta mampu menjaga keseimbangan antara perkembangan zaman dan kelestarian budaya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?