Banner Iklan

FSH UIN Suska Riau Gandeng Prof Saifullah Matangkan Visi-Misi dan Kurikulum Berbasis OBE

JSN Admin 2
24 Juli 2026 | 22.24 WIB Last Updated 2026-07-24T15:25:18Z
FSH UIN Suska Riau menggandeng Prof Saifullah dari UIN Malang untuk mematangkan visi-misi dan Kurikulum Berbasis OBE./dok.UIN Malang

PEKANBARU | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu akademiknya.

Upaya ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Visi, Misi, dan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Program Studi di Lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Suska Riau Tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis fakultas dalam melakukan pemutakhiran kurikulum berbasis OBE, sekaligus memastikan arah pengembangan program studi berjalan selaras dengan kebutuhan dunia akademik, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan dunia kerja.

Melalui upaya ini, FSH UIN Suska Riau menargetkan lahirnya lulusan yang unggul, adaptif, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Workshop penyusunan visi, misi, dan kurikulum berbasis OBE tersebut dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026 secara daring melalui Zoom dan dilanjutkan dengan pendampingan di Ruang Auditorium FSH UIN Suska Riau.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, jajaran dekanat, ketua dan sekretaris program studi, dosen pengembang kurikulum, serta perwakilan stakeholders.

Prof. Saifullah dari UIN Malang membawakan materi pendampingan dalam penyusunan visi, misi, dan pengembangan kurikulum OBE di UIN Suska Riau./dok.UIN Malang

Dalam kegiatan tersebut, FSH UIN Suska Riau menghadirkan Prof. Dr. Saifullah, M.Hum., Dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber utama.

Ia memberikan pendampingan dalam penyusunan visi, misi, dan pengembangan kurikulum OBE yang mengintegrasikan keilmuan syariah dan hukum positif agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia profesi, serta perkembangan dunia kerja.

Menurut Prof. Saifullah, penyusunan visi, misi, dan kurikulum berbasis OBE harus dimulai dari arah pengembangan program studi yang jelas. Selanjutnya, arah tersebut diterjemahkan ke dalam profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur kurikulum, hingga proses pembelajaran yang terukur.

"Implementasi OBE bukan sekadar menyusun dokumen kurikulum, tetapi mengubah paradigma pembelajaran dari Teacher-Centered Learning menjadi Student-Centered Learning yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan. Setiap mata kuliah harus dirancang untuk mendukung terwujudnya lulusan yang memiliki kompetensi jelas, adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman," ujar Prof. Saifullah.

Ia menegaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, seperti alumni, pengguna lulusan, asosiasi profesi, dan dunia industri.

Masukan dari berbagai pihak tersebut menjadi penting agar kurikulum yang dihasilkan tetap relevan, responsif terhadap perubahan, dan mampu meningkatkan daya saing lulusan.

Lebih lanjut, Prof. Saifullah menjelaskan bahwa struktur kurikulum harus dibangun berdasarkan pemetaan keilmuan program studi.

Dalam pengembangannya, terdapat empat rumpun utama yang menjadi fondasi, yaitu Fikih Siyasah, Hukum Tata Negara Nasional, Teknologi Digital dan Tata Kelola, serta Metodologi Penelitian.

Keempat rumpun tersebut menjadi dasar dalam penyusunan mata kuliah sekaligus penguatan kompetensi lulusan yang selaras dengan visi, misi, dan distingsi program studi.

Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis OBE tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi juga diarahkan pada pencapaian kompetensi mahasiswa melalui pendekatan yang lebih aplikatif.

Implementasinya dapat dilakukan melalui praktik lapangan, studi kasus, legal drafting, penelitian, program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kuliah praktisi, serta pemanfaatan teknologi digital.

"Mahasiswa harus memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan profesional. Karena itu, proses pembelajaran perlu dirancang agar mereka mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat," jelasnya.

Prof. Saifullah yang juga ketua APHUTARI menekankan pentingnya penyusunan kurikulum yang mengacu pada rekomendasi Asosiasi Program Studi Hukum Tata Negara Indonesia (APHUTARI).

Menurutnya, setiap mata kuliah harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan visi program studi, profil lulusan, dan capaian pembelajaran, sehingga tidak terjadi tumpang tindih materi.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan tata kelola pemerintahan modern, penguatan mata kuliah berbasis digital seperti E-Government, Cyber Law, E-Court, dan E-Voting menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kurikulum. Hal ini dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan era transformasi digital.

Melalui workshop ini, seluruh program studi di lingkungan FSH UIN Suska Riau diharapkan mampu menyusun visi, misi, dan kurikulum yang selaras dengan standar OBE.

Pembaruan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan pencapaian akreditasi unggul, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam melahirkan lulusan yang profesional, berkarakter Islami, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (MFT)

Editor: YAN

Baca juga: Fakultas Syariah UIN Malang Matangkan Penerimaan Mahasiswa Perdana Magister Hukum Ekonomi Syariah


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FSH UIN Suska Riau Gandeng Prof Saifullah Matangkan Visi-Misi dan Kurikulum Berbasis OBE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now