Banner Iklan

Catatan Perjalanan Haji Pasutri Malang: Rasakan Suhu 45 Derajat dan Kaki Melepuh tapi Semangat Beribadah Jalan Terus

Admin JSN
10 Juni 2026 | 20.06 WIB Last Updated 2026-06-10T13:06:22Z
Catatan perjalanan haji pasutri Malang, Fenti dan Rosyid, yang merasakan suhu 45 derajat hingga kaki melepuh tapi semangat beribadah jalan terus./dok.istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Pasangan suami istri dari Kabupaten Malang, Muhammad Rosyid dan Fenti Rakhmawati E., membagikan pengalamannya beribadah haji pada 1447 Hijriah alias tahun 2026 Masehi.

Ya, Rosyid dan Fenti menjadi di antara 221 ribu jemaah haji Indonesia pada 2026 dan menjadi bagian dari 1.639 jemaah haji asal Kabupaten Malang.

Ketika di Madinah, mereka mengaku bersyukur dengan kelancaran untuk arbain dan setiap hari bisa ke Raudhah.

Kemudian, saat pindah ke Makkah, mereka menceritakan bahwa hotel tempat menginapnya berjarak 1,5 km dari jamarat. Artinya, sangat memungkinkan untuk tanazul.

"Selama perjalanan haji secara ruhaniyah menjaga hati adalah hal yg sangat berat," ujar pasutri tersebut dalam catatannya.

Sedangkan secara fisik, di Mina adalah tempat terberat karena harus tinggal di tenda, suhu yang panas, sering berdesak-desakan, hingga harus antre untuk ke toilet.

"Fasilitas hotel yang bisa kami nikmati jika kami pilih tanazul tidak kami ambil, kami lebih memilih untuk kembali ke tenda Mina," tulis mereka untuk membuktikan bahwa prioritas beribadah lebih penting daripada kenyamanan. 

Lalu, pada 10 Zulhijah, mereka berjalan dari tenda Mina menuju jamarat untuk melempar jumrah aqobah. Dilanjut ke masjidil haram untuk tawaf ifadah, dan kembali ke Mina dengan jarak tempuh kurang-lebih 35 km.

"Saat kembali dari Masjidil Haram untuk kembali ke tenda Mina secara fisik sangat berat, karena siang hari cuaca sangat panas (45°c). Di tengah rasa capek, kehausan, dan kaki melepuh, kami tetap bertekad kembali ke tenda daripada ke hotel," beber mereka.

"Akhirnya, alhamdulillah kami bisa menyelesaikan semua rangkaian manasik haji dengan lancar. Mudah-mudahan menjadi haji mabrur," harap Rosyid dan Fenti.

Sebagai jemaah haji periode pertama yang dijalankan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, mereka juga mempunyai catatan terhadap pelayanan dari Kemenhaj.

Menurut mereka, pelayanan dari kemenhaj pada pra-Armuzna, Armuzna, dan pasca-Armuzna sangat baik.

"Akomodasi, konsumsi, transportasi, kami rasakan sangat baik pelayanannya. Tenda Arafah juga nyaman, toilet bersih dan tidak begitu antre. Di tenda Mina walaupun ada sedikit kendala terkait pendingin tenda yang tidak menyala, secara umum baik, toiletnya bersih, dan kesadaran jamaah utk menjaga kebersihan tenda hingga toilet sudah baik," beber mereka.



Mereka juga masih mengingat detail pengalaman saat kembali ke Mina dari tawaf ifadah. Selain kaki melepuh, mereka juga kehausan karena perjalanan menuju tenda sangat jauh dan tidak ada tempat untuk berteduh dari terik matahari.

Mereka bahkan sampai harus minum air kran yang ada di sepanjang jalan hingga minta air minum kepada polisi setempat.

"Tapi, semua terasa ringan karena tekad kami untuk tetap mabit di Mina daripada tanazul dengan kembali ke hotel," tegas mereka.

Pelayanan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang juga disebut luar biasa sehingga mereka bisa berhaji dengan nyaman dan menyenangkan.

"Tak lupa terima kasih kami atas dukungan Pemda Kabupaten Malang yang telah menyediakan armada transportasi untuk pemberangkatan dan penjemputan jamaah haji Kabupaten Malang," pungkas mereka mengakhiri catatan perjalanan beribadah haji di Tanah Suci. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Catatan Perjalanan Haji Pasutri Malang: Rasakan Suhu 45 Derajat dan Kaki Melepuh tapi Semangat Beribadah Jalan Terus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now