![]() |
| Senator DPD RI Lia Istifhama ingatkan dua hal yang sering membuat orang terlena, sehat dan waktu luang./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menyebut ada dua hal yang membuat banyak orang terlena. Sehat dan waktu luang.
Senator Lia di Kantor DPD RI Jatim, Surabaya (5/3), menyempatkan diri untuk memberi pesan positif kepada masyarakat di tengah momen sakral bulan suci Ramadan 2026.
Ia mengingatkan kepada sesama untuk tidak terlena dengan dua nikmat yang kerap dianggap biasa, yakni kesehatan dan waktu luang. Padahal, dua hal ini tidak abadi.
Menurut Lia, justru dua hal tersebut yang paling sering membuat manusia lalai karena baru disadari nilainya ketika sudah berkurang atau hilang.
Ia menilai, banyak orang merasa sehat sebagai sesuatu yang wajar dan waktu luang sebagai hal yang bisa dihabiskan sesuka hati. Padahal, keduanya adalah modal besar untuk beribadah, bekerja, berkarya, dan menebar manfaat.
"Sering kali orang baru sadar pentingnya sehat setelah sakit. Baru sadar pentingnya waktu setelah kesempatan itu lewat. Padahal dua hal ini adalah nikmat besar yang sering tidak dihargai sebagaimana mestinya," ungkap Lia.
Lia mengutip hadis dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Menurut keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini, pesan Nabi sangat relevan dengan kehidupan modern. Di tengah ritme hidup yang serba cepat, banyak orang justru membuang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif.
Pada sisi lain, kesehatan sering diabaikan karena pola hidup yang buruk, kurang istirahat, dan tidak seimbang dalam mengatur aktivitas.
Lia menegaskan, sehat bukan sekadar bebas dari sakit, melainkan kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan. Demikian pula waktu luang, bukan ruang untuk bermalas-malasan tanpa arah, melainkan peluang untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kualitas hidup.
"Kalau sehat, gunakan untuk bekerja yang baik, beribadah, membantu orang lain. Kalau punya waktu, pakailah untuk hal yang bermanfaat. Jangan tunggu semuanya hilang baru kita menyesal," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan bahwa berpuasa Ramadan dapat mengajarkan disiplin, pengelolaan waktu, dan pengendalian diri. Karena itu, bulan suci seharusnya menjadi momentum untuk menata ulang cara hidup, termasuk menjaga tubuh dan memanfaatkan waktu dengan lebih bijak.
"Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Ramadan juga mendidik kita agar lebih tertib, lebih menghargai waktu, dan lebih sadar bahwa sehat adalah karunia yang tidak boleh disia-siakan," lanjutnya.
Senator yang mendapat 2.739.123 suara pada pemilu legislatif 2024 ini mengajak masyarakat untuk tidak menunggu kehilangan kesehatan dan waktu agar dapat menghargainya. Sebab, orang yang cerdas bukanlah yang menyesali apa yang telah lewat, melainkan yang mampu memanfaatkan apa yang masih dimiliki hari ini.
"Selama masih sehat dan masih punya waktu, gunakan sebaik-baiknya. Karena itulah modal utama untuk menjalani hidup yang berkualitas dan penuh manfaat," tegasnya. ***
Editor: YAN
Baca juga: Akhlak Baik Lebih Berkesan Dibanding Harta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?