Rahasia Berkah Ramadhan: Doa untuk Orang Tua yang Tak Pernah Putus
Oleh: Nur Hasaniyah, Dosen Bahasa & Sastra Arab UIN MALIKI MALANG.
KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM:
Puasa ke-19 Ramadhan ini, di tengah hiruk-pikuk sahur dan tarawih, ada satu amalan yang sering terlupakan, padahal berkahnya mengalir tak pernah putus: doa untuk orang tua.
Kita biasa merasakan puasa sebagai pengalaman pribadi. Lapar, haus, lelah. Tapi sebenarnya puasa juga melatih hati kita untuk lebih peka terhadap orang-orang yang paling berhak atas doa kita. Orang tua.
Al-Qur’an sudah sangat jelas mengajarkan hal ini. Allah berfirman:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
(QS. Al-Isra’: 23-24)
Maknanya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan *‘ah’* dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Ya Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’”
Lafaz doa di akhir ayat itu sangat indah dan penuh kasih: “Ya Rabbku, rahmatilah keduanya sebagaimana mereka merawatku saat kecil.” Sederhana, tapi setiap kali dibaca, hati langsung melunak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan kita dengan sabdanya:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
(HR. Muslim)
“Apabila anak Adam meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
Doa anak untuk orang tua adalah amal yang terus mengalir, bahkan setelah orang tua tiada. Di bulan Ramadhan, doa ini menjadi semakin istimewa karena setiap kebaikan dilipatgandakan.
Di sekeliling kita, kita masih sering melihat pemandangan yang mengharukan. Anak-anak yang setelah tarawih duduk sejenak mengangkat tangan, berdoa untuk ayah dan ibunya. Atau seorang ibu yang di saat sahur berbisik: “Ya Allah, ampuni dosa orang tuaku, berikan mereka tempat yang terbaik di sisi-Mu.”
Sebagai pribadi yang berkhidmah di prodi Bahasa dan Sastra Arab di UIN Maliki Malang, saya sering membahas ayat-ayat ini di kelas. Setiap kali mahasiswa membaca lafaz “رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا”,
ruangan jadi hening. Ada yang menunduk, ada yang langsung mengirim pesan ke orang tuanya. Itulah keindahan bahasa Al-Qur’an — kata-katanya tidak hanya dibaca, tapi langsung menyentuh hati.
Praktiknya sangat mudah. Setelah shalat tarawih atau sebelum tidur, angkat tangan sebentar saja. Sejenak mari bermunajat... Bacalah dengan khusyuk:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Atau cukup dengan doa pendek: “Ya Allah, rahmatilah kedua orang tuaku, ampuni dosa-dosa mereka, dan masukkan mereka ke dalam surga-Mu yang tertinggi.”
Puasa mengajarkan kita banyak hal. Lapar mengingatkan kita pada orang yang kelaparan. Dahaga mengingatkan kita pada orang yang kehausan. Dan doa untuk orang tua mengingatkan kita bahwa kasih sayang yang paling besar adalah kasih sayang yang kita berikan kepada orang yang pernah merawat kita dengan penuh cinta.
Di lembar lembar terakhir hari-hari Ramadhan ini, mari kita jadikan doa untuk orang tua sebagai amalan harian yang tak pernah kita tinggalkan. Karena doa anak yang tulus adalah rahasia berkah Ramadhan yang tak pernah putus.
Semoga Allah menerima puasa dan doa kita semua.
تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?