BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Langkah modernisasi sektor peternakan rakyat di Kota Batu terus menunjukkan tren positif. Tim dosen dan mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Brawijaya yang merupakan gabungan lintas disiplin dari Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), serta Fakultas Ilmu Administrasi secara resmi menggulirkan program digitalisasi pengujian kualitas susu di Koperasi Margo Makmur Mandiri (KM3), Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu.
Program strategis yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 16 Agustus 2026 ini ditandai dengan penyerahan alat Milkotester digital pada 27 Juni 2026. Langkah inovatif tersebut diimplementasikan guna menggantikan alat ukur manual lama berupa laktometer kaca yang rawan salah baca akibat faktor human error. Melalui program hibah ini, tim mahasiswa dan dosen menghadirkan perangkat digital dan melatih pengurus koperasi agar pengujian kualitas susu yang meliputi pengujian berat jenis dan kadar air bisa berjalan secara otomatis, cepat, dan transparan.
Koperasi Margo Makmur Mandiri memiliki peran sentral sebagai wadah utama dalam penerimaan, pengelolaan, hingga distribusi susu pasteurisasi bagi para peternak di wilayah Dusun Brau, Dusun Jantur, Dusun Pandesari, dan Dusun Sebaluh. Dalam menjalankan roda organisasinya, koperasi memberlakukan skema penentuan harga susu yang terikat dengan pemenuhan standar berat jenis dari susu yang disetorkan. Berdasarkan regulasi operasional, apabila hasil pengukuran berat jenis susu berada di atas angka 25, maka susu dinilai memiliki kualitas prima dan peternak berhak mengantongi harga tertinggi hingga Rp8.100 per liter. Dengan demikian, akurasi alat ukur mutu menjadi elemen penting dalam mendukung stabilitas pendapatan harian para peternak.
Dr.nat.techn. Elok Waziiroh, STP., MSi , salah satu tim dosen dari FTAB menjelaskan beberapa kendala nyata yang ditemui di lapangan. "Beberapa kendala nyata di lapangan kerap kali muncul akibat ketergantungan pada alat ukur laktometer manual berbahan kaca. Instrumen konvensional ini menuntut ketelitian visual tingkat tinggi dari petugas, sehingga sangat rentan terhadap kesalahan maupun bias pembacaan skala. Ketidakpastian hasil ukur manual tersebut pada akhirnya memicu riak keraguan di kalangan peternak mengenai keadilan harga jual susu yang mereka peroleh. Kondisi ini jika dibiarkan berisiko mengikis rasa percaya peternak terhadap transparansi tata kelola dan sistem kelembagaan yang dijalankan oleh pihak pengelola koperasi," paparnya.
Guna mengatasi tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Brawijaya hadir membawa solusi konkret melalui pengadaan dan standardisasi teknologi Milkotester digital. Perangkat modern ini dibekali kemampuan mutakhir untuk membaca indikator kualitas susu secara menyeluruh, mulai dari berat jenis, kadar lemak, hingga persentase kandungan protein secara otomatis dan instan. Peralihan ke sistem digital ini terbukti mampu meningkatkan akurasi data serta mempercepat ritme pengujian di pos penerimaan. Keunggulan teknis ini secara langsung memulihkan dan memperkuat kembali rasa saling percaya antara peternak rakyat dengan pihak manajemen koperasi.
Ali, Kordinator lapangan Koperasi Margo Makmur Mandiri menyatakan, "Kehadiran alat Milkotester digital dari program pengabdian Universitas Brawijaya ini memberikan efisiensi yang sangat luar biasa bagi operasional kami. Proses pengujian kini berjalan serba otomatis dan meminimalkan faktor human error dalam pembacaan skala," pungkasnya. (dse) dan insan pers memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga ruang dialog yang sehat, memperkuat demokrasi, serta merawat persatuan bangsa di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan kolaboratif menjadi kunci agar setiap perbedaan pandangan dapat disikapi secara bijaksana.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos., Kamis (30/7/2026). Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak dapat dipisahkan dari adanya ruang dialog, kritik yang membangun, dan penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
"Dialog dan kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Pemerintah Kota Malang selalu terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun insan pers sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujar Nur Widianto.
Ia menegaskan, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pemberitaan yang berimbang, akurat, dan edukatif, media dapat membantu membangun pemahaman publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap diiringi dengan tanggung jawab serta semangat menjaga kondusivitas. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, namun harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan saling menghormati.
"Setiap perbedaan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. Justru melalui komunikasi yang terbuka dan dialog yang konstruktif, kita dapat menemukan solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat," katanya.
Nur Widianto juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kota Malang.
Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah dan pers akan menciptakan ekosistem informasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
"Pemerintah, pers, dan masyarakat harus terus berjalan bersama. Semangat kolaborasi harus selalu diutamakan agar demokrasi tetap tumbuh sehat, informasi tersampaikan secara benar, dan persatuan bangsa tetap terjaga," ujarnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?