Banner Iklan

DPD RI Asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama Tegaskan Pentingnya Jaga Ekosistem Pesisir saat Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Tuban

Anis Hidayatie
30 Juli 2026 • 15.54 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama di Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban

TUBAN | JATIMSATUNEWS.COM:  Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menyebut Festival Mangrove bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus mengembangkan potensi pariwisata berkelanjutan di Jawa Timur.

"Agenda ini menjadi wadah konkret untuk menjaga alam sekaligus mengerek daya tarik wisata di sepanjang kawasan pantai utara," ujar Ning Lia usai mengikuti rangkaian kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tuban, Kelompok Tani Hutan (KTH), serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Ini wujud kolaborasi yang sangat apik. Kehadiran Ibu Gubernur, Kaka Slank, jajaran pemerintah daerah, hingga masyarakat membuktikan bahwa pelestarian alam membutuhkan kerja bersama. Festival ini tidak sebatas seremoni, melainkan media edukasi agar kepedulian publik terhadap lingkungan kian menguat," katanya.

Ning Lia menilai hutan mangrove memiliki peran yang sangat vital sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi penyerap emisi karbon yang efektif. Karena itu, upaya pelestarian mangrove harus terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia menambahkan, Kabupaten Tuban memiliki potensi maritim yang besar dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 65 kilometer. Potensi tersebut, menurutnya, akan semakin bernilai apabila didukung oleh ekosistem mangrove yang terjaga dengan baik.

"Menanam mangrove itu sama artinya dengan menanam masa depan ekonomi masyarakat. Apa yang kita tanam hari ini menjadi penyangga lingkungan yang sehat dan membuka peluang pariwisata pesisir yang ramah lingkungan," paparnya.

Selain berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, Ning Lia juga melihat mangrove mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis konservasi yang berkelanjutan.

Srikandi DPD RI tersebut turut memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Tuban yang dinilainya konsisten merawat kawasan mangrove. Ia berharap semangat tersebut terus dijaga dengan tata kelola wilayah pesisir yang mengutamakan kelestarian alam serta mampu menekan alih fungsi lahan yang berpotensi merusak ekosistem.

"Keberadaan mangrove adalah investasi bagi generasi mendatang. Apa yang dilakukan masyarakat Tuban hari ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam menjaga kawasan pesisir," tegasnya.

Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Mangrove itu diwarnai dengan aksi penanaman bibit mangrove secara massal. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, musisi Kaka Slank, jajaran anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Tuban, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menunjukkan komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama Tegaskan Pentingnya Jaga Ekosistem Pesisir saat Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Tuban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?