JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dusun Jabaran, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memiliki potensi sumber daya alam berupa air artesis yang menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai air minum, keberadaan sumber air ini juga berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, terutama saat musim kemarau.
Air artesis di Dusun Jabaran mulai ditemukan sejak 2024 melalui program pengeboran yang didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Awalnya, sumber air ditemukan di Dusun Sidowayah. Namun karena kondisi lokasi tidak memungkinkan, titik pengeboran dialihkan ke Dusun Jabaran yang berada di atas tanah kas desa. Dari sekitar 10–15 titik pengeboran yang dilakukan di berbagai wilayah Jawa Timur, hanya tiga titik yang berhasil menghasilkan artesis, salah satunya berada di Dusun Jabaran.
Sumber air yang berasal dari kedalaman sekitar 148 meter tersebut memiliki kapasitas aliran hingga 4-5 liter per detik sebagai air artesis untuk memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih masyarakat, sedangkan 20–25 liter per detik dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian dengan menggunakan pompa sibel, khususnya pada musim kemarau yang berlangsung sekitar bulan Juli hingga menjelang musim hujan.
Selain dapat diambil secara langsung dari sumbernya, air dialirkan melalui tandon berkapasitas sekitar 6.000–6.800 liter yang terhubung dengan enam keran umum, sehingga warga dapat mengambil air dengan mudah sesuai kebutuhan sehari-hari. Setelah kebutuhan masyarakat terpenuhi, pada malam hari air juga dimanfaatkan untuk mendukung sistem irigasi pertanian.
Air artesis Dusun Jabaran telah menjalani uji laboratorium oleh UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Jombang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sampel dinyatakan memenuhi syarat kualitas air minum dengan hasil total coliform dan Escherichia coli (E. coli) masing-masing kurang dari 1 CFU/100 mL. Kualitas air yang baik membuat tidak hanya warga Desa Mundusewu saja yang mamanfaatkan sumber air ini, tetapi masyarakat dari luar daerah seperti Kecamatan Ngoro hingga Kabupaten Kediri juga datang untuk mengambil air tersebut.
Sebagai bentuk partisipasi masyarakat, di lokasi pengambilan air juga tersedia kotak donasi yang dapat diisi secara sukarela. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membantu biaya operasional dan perawatan fasilitas, termasuk pengoperasian mesin yang masih membutuhkan bahan bakar solar agar distribusi air tetap berjalan dengan baik.
Mengetahui besarnya potensi yang ada, masyarakat desa mengharapkan pemanfaatan yang lebih dari sumber air artesis ini. Oleh karena itu, mahasiswa Kelompok 25 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN “Veteran” Jawa Timur mengusulkan pembangunan depo air yang lebih representatif agar proses pengambilan air menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien. Selain itu, mahasiswa KKN juga menggagas pengembangan air minum dalam kemasan gelas dengan memanfaatkan air artesis yang telah bersertifikat sebagai produk unggulan Desa Mundusewu.
Melalui pengelolaan yang berkelanjutan serta inovasi yang terus dikembangkan, air artesis Dusun Jabaran diharapkan tidak hanya menjadi sumber air bersih bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi desa dan menjadi salah satu potensi unggulan Desa Mundusewu di Kabupaten Jombang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?