MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai sekolah. Sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksanaan MBG terus dievaluasi agar semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran, dengan fokus utama pada pemenuhan gizi anak.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap kritik dan masukan dari masyarakat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem. Tata kelola program pun terus diperkuat sehingga layanan MBG dapat berjalan lebih baik dan memberi manfaat maksimal bagi para peserta didik.
Guru SMP Negeri 1 Gondanglegi, Muhammad Yahya, mengungkapkan bahwa pelaksanaan MBG di sekolahnya secara umum berjalan baik. Menurutnya, sebelum program dimulai, pihak dapur penyedia terlebih dahulu menawarkan kerja sama kepada sekolah, kemudian sekolah menyerahkan data peserta didik beserta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai syarat pendataan.
"Pada tahap awal memang sempat ada kendala kecil, yaitu ditemukan satu atau dua butir telur yang kondisinya kurang baik. Kami langsung menyampaikan komplain kepada pihak dapur, dan mereka menjelaskan bahwa saat itu pemasok bahan baku telah mengecewakan mereka," ujar Yahya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menambahkan, pihak sekolah memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung dengan penyedia layanan tanpa memperkeruh keadaan di media sosial. Sekolah juga mengimbau siswa agar menyampaikan keluhan kepada guru sehingga dapat diteruskan kepada pihak dapur untuk segera ditindaklanjuti.
"Alhamdulillah setelah itu tidak ada masalah berarti. Komunikasi berjalan baik dan pelayanan semakin lancar," katanya.
Memasuki tahun pelajaran baru, evaluasi terus dilakukan bersama pihak penyedia MBG. Menurut Yahya, ketika ada menu yang kurang diminati siswa, pihak dapur tidak tinggal diam. Mereka langsung mencari tahu penyebabnya, apakah karena banyak siswa yang tidak hadir atau karena menu tersebut memang kurang sesuai dengan selera anak-anak.
"Artinya, pihak dapur juga melakukan evaluasi dan perbaikan. Mereka terbuka terhadap masukan sehingga kualitas pelayanan terus meningkat," jelasnya.
Yahya menilai sikap responsif tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program. Baginya, evaluasi yang dilakukan secara berkala menjadi bukti bahwa tata kelola MBG terus diperkuat sesuai arahan pemerintah.
Ia juga melihat antusiasme siswa terhadap program ini sangat tinggi. Bahkan ketika distribusi makanan sempat mengalami keterlambatan beberapa jam, para siswa tetap menunggu dan berharap makanan bergizi tersebut segera datang.
"Anak-anak sangat menunggu MBG. Saat sempat terlambat beberapa jam saja mereka terus bertanya kapan makanannya datang. Itu menunjukkan program ini memang sangat diharapkan oleh siswa," ungkapnya.
Menurut Yahya, pengalaman di SMPN 1 Gondanglegi memperlihatkan bahwa komunikasi yang baik antara sekolah dan penyedia layanan menjadi kunci keberhasilan program. Setiap kendala diselesaikan melalui koordinasi dan evaluasi sehingga pelayanan kepada siswa dapat terus ditingkatkan.
Dengan penguatan sistem yang dilakukan pemerintah melalui BGN, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus mendukung terpenuhinya kebutuhan gizi anak sebagai fondasi dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?