Menemukan Masa Depan Bulupitu dari Rumah Kepala Desa hingga Aliran Air Sumber Sirah
Kepala Desa: "Allah sudah memberi potensi, tugas kita sebagai khalifah adalah mengelolanya."
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Gondanglegi, 25 Juli 2026 – Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, menyimpan potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal. Hal itu mengemuka dalam wawancara tim peneliti dengan Kepala Desa Bulupitu di kediamannya pada Sabtu (25/7/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan ke kawasan saluran air yang mendapat pasokan dari Sumber Sirah.
Dalam suasana santai namun penuh semangat, Kepala Desa menjelaskan bahwa BUMDes Bulupitu telah menjalankan beberapa unit usaha, meskipun masih menghadapi kendala pada aspek manajemen dan pemasaran.
"Alhamdulillah, beberapa usaha sudah berjalan. Mebel ukir masih diproduksi oleh masyarakat, begitu juga peternakan kambing dengan sistem dititipkan kepada warga untuk dipelihara. Artinya masyarakat sebenarnya sudah mau bergerak, tinggal bagaimana usaha-usaha ini dikelola lebih profesional," ujarnya.
Menurutnya, Desa Bulupitu tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan saat ini adalah pendampingan, penguatan kelembagaan, serta akses pasar agar usaha masyarakat mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ketika ditanya mengenai arah pengembangan ekonomi desa ke depan, Kepala Desa langsung menyinggung kekayaan alam yang dimiliki Bulupitu.
"Allah SWT sudah memberikan banyak sekali potensi kepada desa kami. Sebagai khalifah di bumi, masyarakat bersama pemerintah desa mempunyai kewajiban mengelola nikmat itu menjadi kemanfaatan. Jangan sampai potensi yang ada hanya dilewati begitu saja tanpa memberi nilai ekonomi bagi masyarakat," tegasnya.
Pernyataan tersebut kemudian dibuktikan melalui survei lapangan yang dilakukan tim pada 23 Juli 2026 di salah satu bangunan pembagi irigasi di Desa Bulupitu. Dari lokasi tersebut terlihat aliran air yang sangat deras dan stabil, merupakan bagian dari sistem pengairan yang bersumber dari kawasan Sumber Sirah.
Di lokasi survei, tim berdiskusi bersama perangkat desa mengenai peluang pemanfaatan sumber daya air tersebut.
"Kalau hanya dimanfaatkan untuk irigasi tentu manfaatnya belum maksimal. Debit air seperti ini sebenarnya dapat menjadi sumber energi ekonomi baru bagi desa," ungkap salah seorang anggota tim saat meninjau lokasi.
Hasil observasi menunjukkan bahwa aliran air tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai kegiatan produktif, seperti pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), budidaya perikanan air tawar dengan sistem kolam mengalir, pengembangan agrowisata, hingga wisata edukasi yang terintegrasi dengan kawasan Sumber Sirah.
Menanggapi berbagai peluang tersebut, Kepala Desa menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk berkolaborasi dengan BUMDes, KDMP, perguruan tinggi, dan masyarakat.
"Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kalau ada pendampingan dan perencanaan yang baik, kami siap mengembangkan potensi air, pertanian, peternakan, sampai wisata edukasi. Yang penting masyarakat ikut merasakan manfaatnya," katanya.
Tim survey menilai bahwa Bulupitu memiliki modal pembangunan yang cukup lengkap. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, desa ini juga didukung oleh kepemimpinan yang memiliki visi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Tantangan yang masih harus diatasi adalah penguatan tata kelola usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring pemasaran dan investasi.
Dengan kondisi tersebut, Bulupitu dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai desa ekonomi hijau berbasis komunitas, yang mengintegrasikan BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kelompok masyarakat, dan perguruan tinggi dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan. Sebagaimana disampaikan Kepala Desa, pengelolaan potensi alam bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi untuk memakmurkan dan menjaga keberlanjutan ciptaan Allah SWT. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?