Banner Iklan

Tak Hanya Soal Rumus, Filosofi Ilmu Kimia Jadi Kunci Sukses Adaptasi Alumni FSTeM UB di Dunia Kerja

Admin JSN
25 Juli 2026 | 14.51 WIB Last Updated 2026-07-25T08:01:36Z
Ketua IKA FSTeM, Yudiono, saat memberikan pemaparan mengenai pentingnya filosofi ilmu kimia di dunia kerja dalam sesi diskusi alumni di Fakultas STeM Universitas Brawijaya.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemahaman yang mendalam tentang ilmu dasar (basic science) kimia ternyata membawa dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar urusan akademis atau penelitian di laboratorium. Lebih dari itu, ilmu kimia dinilai memiliki nilai filosofis tinggi yang menjadi kunci sukses bagi para alumni untuk beradaptasi di lingkungan sosial maupun merambah berbagai lini dunia kerja.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (IKA FSTeM), Yudiono, dalam sebuah sesi diskusi alumni baru-baru ini. Menurutnya, hakikat kehidupan manusia sehari-hari sejatinya tidak pernah terlepas dari sentuhan unsur-unsur kimia.

"Segala sesuatu di sekitar kita, mulai dari apa yang kita minum, pakaian, topi, hingga laptop dan perangkat komunikasi, semuanya mengandung unsur kimia. Ketika kita sudah mempelajari dasar-dasar ilmu kimia, kita sebenarnya memiliki pondasi berpikir yang kuat untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi kehidupan," ungkap Yudiono.


Yudiono memaparkan bahwa meski banyak lulusan yang meniti karier secara linier di bidang sains dan industri, tak sedikit pula alumni FSTeM yang sukses melesat di luar bidang keilmuannya (cross-field). Beragam profesi seperti musisi, tenaga pemasaran profesional, hingga wirausahawan sukses dilakoni oleh para alumni.

Rahasianya terletak pada kelihaian mereka dalam menarik nilai-nilai filosofis dari prinsip dasar kimia ke dalam kehidupan nyata. Ia mencontohkan, keluwesan dan daya tahan seorang alumni di dunia kerja sangat dipengaruhi oleh pemahaman akan prinsip keseimbangan (balance) dan teori polarisasi.

Konsep reaksi kimia, seperti halnya keseimbangan anion-kation maupun polarisasi molekul, dinilai sangat relevan dengan dinamika hubungan sosial dan realitas di lingkungan kerja yang majemuk.

"Dalam kimia ada teori polarisasi dan keseimbangan reaksi. Di masyarakat dan lingkungan kerja, polarisasi serta perbedaan karakteristik juga pasti terjadi. Prinsip tentang bagaimana kita menjaga keseimbangan reaksi kimia itu bisa dielaborasikan untuk menyikapi perbedaan dan menjaga keharmonisan di kehidupan nyata," jelasnya merinci.

Strategi Jitu Tembus Dunia Kerja bagi Lulusan Baru

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IKA FSTeM ini juga membagikan strategi jitu bagi para lulusan baru (fresh graduate) agar lebih tangguh dan cepat terserap di dunia kerja. Kuncinya ada pada keluwesan adaptasi dan kelihaian menonjolkan kompetensi sesuai dengan karakteristik pekerjaan yang dilamar.

"Jika melamar di bidang yang linier, kita tentu harus mengedepankan nilai-nilai akademis dan pemahaman materi keilmuan," papar Yudiono memberikan tips.

"Namun, jika melamar di bidang non-linier seperti *sales, marketing, atau manajemen, kita harus mampu menonjolkan nilai filosofisnya. Tidak harus selalu menggunakan bahasa teknis kimia, melainkan menunjukkan kompetensi seperti kerja sama tim (teamwork), adaptabilitas, dan komunikasi yang merupakan perwujudan dari keseimbangan filosofi ilmu tersebut," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tak Hanya Soal Rumus, Filosofi Ilmu Kimia Jadi Kunci Sukses Adaptasi Alumni FSTeM UB di Dunia Kerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now