Banner Iklan

OJK dan Pemkab Probolinggo Geber Program KEJAR Melalui Ratusan Pendidik

Admin JSN
30 Juli 2026 • 11.14 WIB
 OJK dan TPAKD Kabupaten Probolinggo dalam menyukseskan program Training of Trainers (ToT) literasi keuangan bagi tenaga pendidik.

PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya menabung dan literasi keuangan sejak dini. Berkolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Probolinggo, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, serta industri perbankan, OJK sukses menggelar Training of Trainers (ToT) bagi para tenaga pendidik pada Selasa (28/7/2026).

Mengusung tema "Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Sadar Investasi – Strategi Akses Ekonomi (KEJAR KOMPAS - SAE)", acara yang dihelat di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo ini mendapat antusiasme yang luar biasa. Tercatat, lebih dari 500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan komite sekolah se-Kabupaten Probolinggo hadir secara tatap muka, sementara sekitar 100 peserta lainnya turut mengikuti jalannya acara secara daring.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, dalam sambutannya memberikan apresiasi penuh atas dukungan kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terhadap implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Ia menaruh harapan besar agar para pendidik dapat menjadi motor penggerak utama literasi keuangan di tingkat sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para guru menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan sekolah. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam menanamkan kebiasaan menabung, mengenalkan produk dan layanan keuangan formal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital,” tegas Farid di hadapan ratusan peserta.

Dukungan senada juga diutarakan oleh Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat. Menurutnya, Program KEJAR sangat sejalan dengan misi edukasi LPS, terutama dalam memberikan pemahaman mengenai penjaminan simpanan nasabah di bank.

“Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menabung di lembaga keuangan formal, fondasi perekonomian daerah pun akan semakin kuat,” jelas Bambang.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur, yang hadir mewakili Bupati Probolinggo, menyoroti pentingnya sinergi ini sebagai bentuk investasi masa depan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi lintas sektoral melalui KEJAR KOMPAS - SAE merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda Probolinggo yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangannya kelak.

Tak sekadar paparan materi, momentum berharga ini juga diwarnai dengan penandatanganan Komitmen Bersama sebagai wujud sinergi nyata dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai wujud implementasi langsung, perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Jatim, dan BPR Sentral Arta Jaya secara simbolis menyerahkan lebih dari 1.500 buku rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Ratusan buku tabungan tersebut dibagikan kepada perwakilan siswa tingkat SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Guna melengkapi rangkaian acara, OJK bersama PUJK turut membuka booth layanan khusus di lokasi kegiatan. Booth ini dimanfaatkan untuk memberikan informasi terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sekaligus menjadi wadah edukasi keuangan langsung bagi masyarakat yang hadir.

Melalui kolaborasi apik antara OJK, Pemkab, LPS, dan pelaku perbankan ini, diharapkan Program KEJAR KOMPAS-SAE tidak sekadar menargetkan perluasan akses rekening tabungan pelajar secara kuantitas. Lebih dari itu, program ini diyakini mampu menjadi sarana penanaman karakter dan nilai keuangan yang sehat sebagai fondasi kesejahteraan finansial generasi penerus bangsa di masa mendatang.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • OJK dan Pemkab Probolinggo Geber Program KEJAR Melalui Ratusan Pendidik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?