Banner Iklan

Melalui Skema PKM-EDU, UPN Veteran Jawa Timur Edukasi dan Implementasi IoT: Dukung SDGs 9 dan 14 untuk Kendalikan Kualitas Air Tambak Desa Segoro Tambak Sidoarjo

JSN Admin 2
10 Juli 2026 | 15.45 WIB Last Updated 2026-07-10T08:45:23Z
Mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik dan Sains UPN Veteran Jawa Timur mendukung SDGs 9 & 14 untuk edukasi dan implementasi IoT untuk mengendalikan kualitas air tambak di Sidoarjo./dok.UPN Jatim

SIDOARJO | JATIMSATUNEWS.COM:

Edukasi & Implementasi IoT dalam Mendukung SDGs 9 & 14 untuk Mengendalikan Kualitas Air Tambak Desa Segoro Tambak, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur melalui Skema PKM-EDU UPN Veteran Jawa Timur
Oleh: Yesaya Deardo Ompusunggu, Alfian Nur H. dan Beta Cahaya Pertiwi, S.T., M.T.

Keberlanjutan dalam pengakselerasian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), oleh mahasiswa kelompok 1 Fakultas Teknik dan Sains UPN Veteran Jawa Timur dengan pokok permasalahan air pada tambak melalui program skema Pendanaan PKM-EDU UPN Veteran Jawa Timur tahun 2026. 

Pelaksanaan edukasi dan pengimplementasian IoT berbasis Smart Village ini dilakukan pada Jumat, 29 Mei 2026 di Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta Nomor 14: Ekosistem Laut (Life Below Water).

Kegiatan Skema PKM-EDU dalam serangkaian Program Bina Desa ini dilakukan di Balai Desa Segoro Tambak oleh mahasiswa kelompok 1 yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 1, Beta Cahaya Pertiwi, S.T., M.T.

Program kali ini dijalankan sedikit berbeda karena mengundang para masyarakat di Desa Segoro Tambak khususnya dari kalangan petani tambak kelompok maupun perorangan, yang dihadiri sekitar 15-20 warga desa.

Hal ini dilaksanakan untuk memperkuat & memperdalam pengetahuan masyarakat desa Segoro Tambak, tepatnya untuk pemilik tambak di lingkungan desa.

Berdasarkan permasalahan cakupan tambak yang meliputi kualitas air dan ketergantungan terhadap teknologi untuk tambak guna memprediksi cegah terjadinya hal-hal yang merugikan usaha tambak tani.

Pengedukasian yang berlangsung dilaksanakan dengan penyuluhan materi terkait kualitas air serta teknologi IoT. Pengukuran pemahaman warga desa juga diuji melalui penyebaran kertas Pre/Post Test.

Bahkan untuk memperdalam dilakukan sesi tanya jawab pada para masyarakat petani tambak yang hadir untuk membantu memberikan penerangan serta jawaban solusi masalah yang dihadapi. 

Menurut salah satu warga yaitu Bapak Suryanto selaku pemilik usaha tambak melontarkan pernyataan berupa, "Saya sangat senang dengan kehadiran para anak-anak mahasiswa dan ibu dosen, karena memberikan pemahaman terkait masalah yang kami alami."

Pak Suryanto juga menyampaikan, "Semoga edukasi yang diberikan oleh mahasiswa ini kedepannya berlanjut dan membantu meningkatkan sektor para petani tambak khususnya ketergantungan teknologi disini."

Pemberian lembar pre/post test saat penyuluhan (gambar kiri) dan tanya jawab terkait teknologi IoT serta kualitas air tambak (kanan)./dok.UPN Jatim

Penyuluhan yang telah dilaksanakan melalui edukasi dan pengaktualan penerapan (IoT) berbasis smart village untuk monitoring kualitas air tambak di Desa Segoro Tambak memperoleh respons positif dari masyarakat, khususnya para petambak yang merasakan manfaat kemudahan pemantauan kondisi tambak secara lebih efektif.

Hasil evaluasi melalui Pre/Post Test, sesi diskusi, serta implementasi alat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan kualitas air dalam mendukung produktivitas tambak.

Alat IoT dipasang pada tambak warga Sidoarjo./dok.UPN Jatim 

Tanya jawab kepada salah satu petani tambak yang dipasangkan alat IoT pada tambaknya./dok.UPN Jatim

Pak Barul Ulum salah satu petani tambak yang tambaknya diterapkan alat IoT mengatakan, "Hasil yang diterima melalui Alat IoT membantu dalam memantau kualitas air tambak nya dik, apalagi saat musim banjir ini kan pola kondisi air tambak berubah-ubah." Terlebih dari kelebihan yang ditampilkan, juga masih terdapat kekurangan pada teknologi IoT ini.

Meskipun masih terdapat kendala berupa kebutuhan jaringan internet dan pasokan listrik yang memadai, teknologi ini memiliki potensi untuk mendukung pengelolaan tambak yang lebih eksplisit dalam merespon terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan inovasi dan infrastruktur teknologi di sektor perikanan tambak, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDGs 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir yang lebih berkelanjutan. ***

Editor: YAN

Baca juga: UPN Jatim Edukasi Strategi Marketing Efektif bagi UMKM Desa Kalanganyar Sidoarjo


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Melalui Skema PKM-EDU, UPN Veteran Jawa Timur Edukasi dan Implementasi IoT: Dukung SDGs 9 dan 14 untuk Kendalikan Kualitas Air Tambak Desa Segoro Tambak Sidoarjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now