Sekretaris komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan Najib Setiawan
PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen pemerintah mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Najib Setiawan. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Najib menegaskan bahwa amanat konstitusi mengenai alokasi minimal 20 persen APBN untuk pendidikan harus terus dijaga oleh pemerintah bersama DPR. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan anggaran tersebut benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di seluruh daerah.
"Komitmen mempertahankan anggaran pendidikan sebesar 20 persen patut diapresiasi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Karena itu, setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik, guru, dan satuan pendidikan," ujar Najib, Kamis (9/7/2026).
Politisi Komisi IV yang membidangi pendidikan tersebut menilai, anggaran pendidikan tidak hanya diperuntukkan bagi Kementerian Pendidikan, tetapi juga disalurkan melalui Kementerian Agama, pemerintah daerah, hingga berbagai program pendidikan lainnya. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, efektif, dan tepat sasaran.
Najib juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, guru yang sejahtera akan lebih fokus dalam mendidik dan membentuk karakter generasi muda.
"Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian serius, di samping peningkatan kompetensi dan penyediaan sarana-prasarana belajar yang memadai," katanya.
Selain itu, ia berharap alokasi anggaran pendidikan mampu memperluas akses pendidikan yang berkualitas, termasuk bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurut Najib, keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas SDM yang dihasilkan melalui sistem pendidikan yang baik. Oleh sebab itu, investasi di bidang pendidikan harus terus menjadi prioritas agar Indonesia memiliki generasi yang unggul, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
"Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka investasi terbesar harus dimulai dari pendidikan. Ini bukan sekadar memenuhi amanat undang-undang, tetapi bentuk keseriusan negara dalam mempersiapkan masa depan bangsa," pungkasnya. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?