Banner Iklan

Budiman Sudjatmiko Kembali Hadapi Kritik Langsung Mahasiswa dalam Diskusi Reformasi yang Diinisiasi JCM

Erdogan Thayyib
20 Juni 2026 | 10.36 WIB Last Updated 2026-06-20T03:41:59Z

Budiman Sudjatmiko

JAKARTA  | JATIMSATUNEWS.COM
: Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, kembali menghadapi kritik secara langsung dari mahasiswa dalam forum diskusi bertajuk Perlukah Reformasi Jilid 2? yang digelar di Cafe & Resto Sadjoe, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Forum tersebut diinisiasi oleh Jaringan Cendekiawan Muda (JCM), sebuah wadah yang beranggotakan para sekretaris jenderal organisasi Cipayung Plus. Kegiatan ini menghadirkan ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah untuk membahas berbagai isu kebangsaan, demokrasi, serta perjalanan reformasi di Indonesia.

Dalam forum tersebut, Budiman yang dikenal sebagai mantan aktivis Reformasi 1998 menerima sejumlah pertanyaan dan kritik dari peserta diskusi. Salah satu kritik paling tajam disampaikan oleh Natael Bremana dari PMKRI Jateng-DIY yang mempertanyakan konsistensi Budiman terhadap nilai-nilai perjuangan reformasi.

“Bukan aktivis 98 melainkan pelacur reformasi. Dia bukan bicara tentang nilai, bukan bicara tentang kepentingan rakyat, tetapi bicara tentang kepentingan pribadi. Bukan begitu, Bang Budiman?” ujar Natael dalam forum diskusi.

Menanggapi kritik tersebut, Budiman meminta penjelasan lebih lanjut mengenai istilah yang dilontarkan kepadanya. Dalam dialog yang berlangsung, Natael menjelaskan bahwa kritik tersebut ditujukan pada apa yang ia nilai sebagai hilangnya keberpihakan kepada rakyat setelah Budiman berada dalam lingkaran pemerintahan.

Perbedaan pandangan itu kemudian berkembang menjadi adu argumentasi mengenai komitmen terhadap nilai-nilai reformasi, posisi aktivis dalam kekuasaan, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan yang disampaikan secara terbuka. Sejumlah peserta forum juga menyoroti berbagai persoalan kebangsaan, mulai dari arah reformasi, kondisi demokrasi, hingga tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjawab berbagai tuntutan masyarakat.

Meski diwarnai kritik keras, forum tetap berlangsung sebagai ruang pertukaran gagasan antara mahasiswa dan pemerintah. Berbagai argumentasi disampaikan secara langsung tanpa perantara, memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk menjelaskan pandangannya masing-masing.

Kehadiran Budiman dalam forum tersebut menunjukkan keterbukaan untuk berdialog langsung dengan mahasiswa di tengah berbagai kritik yang berkembang. Sebagai pejabat publik sekaligus mantan aktivis reformasi, ia tetap hadir dalam ruang yang penuh dengan pertanyaan kritis dan pandangan yang berbeda terhadap kebijakan pemerintah.

Berbeda dengan perdebatan yang sering terjadi di media sosial, forum diskusi tersebut mempertemukan para peserta dalam satu ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, maupun tanggapan secara langsung. Situasi itu memungkinkan setiap pihak menyampaikan argumentasi dan memperoleh respons secara terbuka.

Diskusi yang diinisiasi JCM itu juga memperlihatkan bahwa ruang-ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah masih menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Kampus maupun forum publik dinilai tetap memiliki peran sebagai tempat bertemunya berbagai gagasan, pandangan, dan kritik terhadap isu-isu kebangsaan.

Perdebatan yang terjadi antara Budiman dan mahasiswa menjadi gambaran dinamika demokrasi yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat serta kritik yang disampaikan secara terbuka dalam ruang diskusi publik. Forum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa komunikasi langsung antara pemerintah dan mahasiswa masih menjadi salah satu sarana penting untuk menjembatani berbagai pandangan dalam kehidupan demokrasi Indonesia. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Budiman Sudjatmiko Kembali Hadapi Kritik Langsung Mahasiswa dalam Diskusi Reformasi yang Diinisiasi JCM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now