Gubernur Khofifah Luncurkan 143 Ribu Kuota Beasiswal, Gandeng Ribuan Sekolah Swasta dan 84 PTS Perluas Akses Pendidikan di Jatim
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Komitmen Bersama Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 dengan total lebih dari 143 ribu kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi pelajar serta mahasiswa di seluruh Jawa Timur.
Peluncuran program yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (19/6), menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan ribuan SMA/SMK swasta serta puluhan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk memastikan semakin banyak anak-anak Jawa Timur memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas tanpa terkendala persoalan ekonomi.
Program tersebut menyediakan total 143.131 kuota, terdiri atas 81.131 kuota beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan bagi calon siswa SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di 84 perguruan tinggi swasta di Jawa Timur.
Menurut Gubernur Khofifah, program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam membangun pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan swasta.
"Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing," ujar Khofifah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga 18 Juni 2026, sebanyak 84 perguruan tinggi swasta telah berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan. Bahkan sejumlah perguruan tinggi turut memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa baru.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan menengah, partisipasi sekolah swasta mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun ajaran 2025/2026 terdapat 1.772 sekolah yang ikut berpartisipasi, terdiri atas 687 SMA swasta dan 1.085 SMK swasta, maka pada tahun ajaran 2026/2027 jumlah tersebut meningkat menjadi 2.106 sekolah, yakni 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta.
Peningkatan tersebut setara dengan bertambahnya 334 sekolah atau naik sekitar 18,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total kuota beasiswa jenjang SMA dan SMK swasta tahun 2026, sebanyak 44.421 siswa memperoleh beasiswa penuh. Sementara 36.710 siswa lainnya menerima berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan, mulai dari pembebasan uang gedung, potongan SPP, hingga bantuan pendidikan lainnya.
Dengan demikian, total penerima manfaat pada jenjang SMA dan SMK swasta mencapai 81.131 siswa, meningkat sekitar 8.290 penerima dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 72.841 penerima.
Khofifah menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah lulusan SMP/MTs dan sederajat di Jawa Timur tahun 2026 mencapai 618.479 siswa. Di sisi lain, daya tampung SMA dan SMK negeri hanya tersedia sebanyak 244.621 kursi.
Artinya, sekolah negeri baru mampu menampung sekitar 39,55 persen lulusan. Masih terdapat sekitar 373.858 lulusan atau sekitar 60,45 persen yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.
"Ini adalah tantangan kita bersama. Insya Allah, melalui program ini kita dapat menutup kesenjangan akses pendidikan sehingga semakin banyak anak-anak Jawa Timur tetap dapat melanjutkan sekolah," katanya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa selama tujuh tahun berturut-turut Jawa Timur berhasil menjadi provinsi dengan jumlah peserta didik terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa semakin luas akses pendidikan diberikan, semakin besar pula peluang generasi muda Jawa Timur meraih prestasi di tingkat nasional.
"Ketika kesempatan belajar dibuka seluas-luasnya, maka semakin banyak anak-anak Jawa Timur mampu meraih prestasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa program beasiswa ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK).
Ia menegaskan, tidak boleh ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
"Ini adalah bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas. Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan kepada 10 SMA/SMK swasta yang memberikan kontribusi terbesar dalam penyediaan beasiswa bagi calon siswa.
Untuk kategori SMK Swasta, penghargaan tertinggi diberikan kepada SMK Krian 2 Sidoarjo, SMKS YPM 8 Sidoarjo, dan SMKS Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo.
Sedangkan pada kategori SMA Swasta, penghargaan diberikan kepada SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang, SMA Islam NU Pujon Malang, serta SMA Plus Darul Hikmah Jember.
Menutup kegiatan, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah swasta, perguruan tinggi swasta, serta seluruh pihak yang telah mendukung perluasan akses pendidikan di Jawa Timur.
"Sesungguhnya tidak boleh ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikan hanya karena alasan ekonomi. Terima kasih atas sinergi seluruh pihak yang terus bersama-sama membuka jalan bagi masa depan generasi Jawa Timur," pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?