Banner Iklan

Gubernur Khofifah Genjot Swasembada Gula Nasional dari Malang

Anis Hidayatie
20 Juni 2026 | 07.12 WIB Last Updated 2026-06-20T00:12:52Z

 


Khofifah Genjot Swasembada Gula Nasional dari Malang, Jatim Targetkan Peremajaan Tebu Seluas 54.897 Hektare pada 2026

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat posisinya sebagai lumbung gula nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin panen dan tanam tebu serentak dalam Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026 di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan serentak panen dan tanam tebu di berbagai sentra produksi tebu di Jawa Timur. Selain di Kabupaten Malang, Gubernur Khofifah juga menyapa secara virtual pelaksanaan kegiatan serupa di Kabupaten Kediri, Magetan, Jombang, Situbondo, Bondowoso, Mojokerto, dan Lamongan.

Menurut Khofifah, gerakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional. Ia menegaskan, Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting karena hingga saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional.

"Momentum hari ini bukan sekadar panen dan tanam tebu, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi swasembada gula nasional," ujar Khofifah.

Kepercayaan pemerintah pusat kepada Jawa Timur kembali diwujudkan melalui penugasan Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026. Tahun ini Jawa Timur mendapat target peremajaan tanaman tebu (bongkar ratoon) seluas 48.315 hektare dan perluasan areal tanam seluas 6.582 hektare, sehingga total mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Menurut Khofifah, target tersebut sekaligus menjadi bukti kesiapan Jawa Timur dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Program bongkar ratoon sendiri difokuskan pada peremajaan tanaman tebu melalui replanting menggunakan bibit unggul yang didukung Kementerian Pertanian. Penggunaan varietas unggul diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus rendemen gula.

Ia menjelaskan, sejumlah varietas seperti Bululawang (BL) memiliki potensi produksi lebih dari 110 ton per hektare bahkan dapat mencapai sekitar 150 ton per hektare. Selain itu, pengembangan tanaman tebu juga memanfaatkan varietas unggul lain seperti NX 04, NX 03, NXI-4T, SGN 01, NX 02, dan NX 01 yang dinilai mampu menghasilkan produktivitas tinggi sekaligus meningkatkan kualitas rendemen gula.

Khofifah menegaskan bahwa transformasi sektor pergulaan tidak cukup hanya mengandalkan bibit unggul. Modernisasi pertanian melalui mekanisasi, efisiensi irigasi, pemanfaatan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga peningkatan kapasitas industri gula menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pergulaan yang berdaya saing.

Ia juga mengingatkan bahwa Kecamatan Gondanglegi memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kawasan dengan produktivitas tebu tertinggi. Bahkan pada masa lalu produktivitasnya pernah mencapai sekitar 250 ton per hektare.

"Capaian tersebut membuktikan bahwa peningkatan produktivitas bukan sesuatu yang mustahil apabila didukung teknologi, riset, perguruan tinggi, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan petani," katanya.

Khofifah menegaskan, keberhasilan industri gula Jawa Timur selama ini merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pabrik gula, pemerintah pusat dan daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, penyuluh pertanian hingga lembaga keuangan.

"Keberhasilan itu tidak diraih secara instan. Semua lahir dari kerja keras para petani dan sinergi seluruh pihak yang terus memperkuat sektor pergulaan dari hulu hingga hilir," tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap gula produksi petani. Menurutnya, pemerintah harus memastikan gula rafinasi tidak masuk ke pasar konsumsi sehingga tidak mengganggu pemasaran gula hasil produksi petani.

"Kita membangun ekosistem pergulaan dari hulu sampai hilir. Produksi petani harus terlindungi sehingga mereka mendapatkan kepastian pasar yang sehat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyebut Kabupaten Malang memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Timur dengan luas areal sekitar 41 ribu hektare. Keberadaan PG Krebet Baru dan PG Kebon Agung menjadi kekuatan penting dalam mendukung pengembangan industri gula nasional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap petani, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian, pompa air, handtraktor, sarana produksi perkebunan, hingga bantuan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tani di Kabupaten Malang.

Bantuan tersebut mencakup penguatan irigasi tanaman tebu, pengembangan budidaya kopi melalui Program Peti Koin Bermantra, bantuan alat pengolahan kopi, alat pemotong rumput, hingga penyaluran benih cengkeh untuk perluasan areal tanam.

Menurut Khofifah, seluruh bantuan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi usaha tani, kualitas hasil panen, serta meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan perkebunan.

Selain produktivitas, ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan rendemen gula yang dipengaruhi kualitas bibit, teknik budidaya, proses penebangan, hingga pengolahan di pabrik gula.

"Selain kualitas bibit, proses penebangan dan penggilingan juga harus dikawal dengan baik. Pendampingan petugas lapangan sangat penting agar produktivitas dan rendemen terus meningkat," ujarnya.

Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan sektor perkebunan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga tuntutan peningkatan daya saing global.

"Saya optimistis, dengan kerja keras, inovasi, dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, Jawa Timur akan terus menjadi penggerak utama tercapainya swasembada gula nasional serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat di bidang pangan," pungkasnya. Ans



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gubernur Khofifah Genjot Swasembada Gula Nasional dari Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now