Banner Iklan

Menguatkan Paradigma Riset Pendidikan Matematika: Tadris Matematika FITK UIN Malang Gelar Bimtek Penelitian Kualitatif

M. Kholilur Rohman
20 Juni 2026 | 11.30 WIB Last Updated 2026-06-20T04:31:13Z

 

Foto: Suasana BIMTEK Penelitian Kualitatif di Ruang ICLC

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Penelitian pendidikan matematika tidak hanya berbicara tentang angka, statistik, dan pengujian hipotesis, tetapi juga tentang memahami bagaimana peserta didik berpikir, membangun konsep, memecahkan masalah, serta memaknai pengalaman belajar mereka. Kompleksitas tersebut menempatkan penelitian kualitatif sebagai salah satu pendekatan penting dalam menghasilkan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai fenomena pembelajaran matematika.

Menyadari pentingnya penguasaan metodologi tersebut, Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Karya Ilmiah dengan tema "Penelitian Kualitatif dalam Pembelajaran Matematika" pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di ICLC Laboratorium Microteaching Lantai 1.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan kompetensi metodologi penelitian bagi mahasiswa Program Studi Tadris Matematika sebagai bekal dalam menyusun skripsi sekaligus membangun budaya riset yang berkualitas. Seluruh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika beserta dosen mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Wahyu Henky Irawan, M.Pd., yang merupakan dosen Prodi Tadris Matematika. Beliau  menyampaikan materi mengenai paradigma, karakteristik, serta implementasi penelitian kualitatif dalam pendidikan matematika. Kegiatan ini dimoderatori oleh Ibu Sulistya Umie Ruhmana Sari, M.Si. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk merancang penelitian yang mampu mengungkap proses berpikir matematis peserta didik secara mendalam serta menghasilkan temuan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran matematika.

Dalam pemaparannya, Dr. Wahyu Henky Irawan menjelaskan bahwa penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang berorientasi pada pemahaman makna (meaning), proses, dan konteks suatu fenomena. Dalam pendidikan matematika, penelitian kualitatif menjadi instrumen penting untuk mengungkap bagaimana peserta didik membangun konsep, mengembangkan strategi pemecahan masalah, melakukan penalaran matematis, hingga menghadapi berbagai hambatan belajar yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui data numerik.

"Di balik setiap jawaban siswa terdapat proses berpikir yang perlu dipahami. Penelitian kualitatif membantu peneliti melihat bagaimana peserta didik bernalar, membuat keputusan, mengalami kesulitan, hingga membangun pemahaman matematis. Inilah nilai penting penelitian kualitatif dalam pendidikan matematika," jelasnya.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa penelitian kualitatif menempatkan peneliti sebagai instrumen utama penelitian. Oleh karena itu, kemampuan melakukan observasi secara cermat, wawancara mendalam, analisis dokumen, refleksi, dan interpretasi data menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh calon peneliti pendidikan matematika. Mahasiswa juga dibimbing memahami pentingnya menjaga kredibilitas penelitian melalui teknik triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi waktu, member checking, peer debriefing, hingga penyusunan audit trail agar hasil penelitian memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.

Pada sesi materi, Dr. Wahyu Henky Irawan mengulas berbagai pendekatan penelitian kualitatif yang banyak digunakan dalam pendidikan matematika, antara lain studi kasus, fenomenologi, etnografi, grounded theory, naratif, serta deskriptif kualitatif. Setiap pendekatan dijelaskan berdasarkan karakteristik, tujuan, teknik pengumpulan data, hingga contoh implementasinya dalam penelitian pembelajaran matematika.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai tema penelitian kualitatif yang relevan dengan perkembangan pendidikan matematika saat ini, seperti proses berpikir matematis, penalaran matematis, kemampuan pemecahan masalah, representasi matematis, komunikasi matematis, berpikir kreatif, metakognisi, literasi numerasi, kesalahan (mathematical errors), learning obstacles, mathematics anxiety, hingga eksplorasi implementasi berbagai model pembelajaran, media digital, maupun teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika. Menurut narasumber, tema-tema tersebut memiliki nilai kebaruan yang tinggi dan berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan teori maupun praktik pembelajaran matematika.

Selain membahas desain penelitian, mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai teknik analisis data kualitatif. Narasumber menjelaskan tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, hingga proses coding, kategorisasi, dan penemuan tema sebagai inti dari analisis data kualitatif. Mahasiswa didorong untuk membangun kemampuan berpikir reflektif dan interpretatif sehingga mampu menghasilkan temuan penelitian yang kaya makna, bukan sekadar mendeskripsikan data lapangan.

Tidak kalah penting, Dr. Wahyu Henky Irawan, M.Pd menekankan bahwa penelitian kualitatif harus tetap memenuhi kaidah ilmiah melalui penyusunan fokus penelitian yang jelas, rumusan masalah yang tajam, pengumpulan data yang sistematis, analisis yang mendalam, serta penyajian hasil penelitian yang logis dan argumentatif. Dengan demikian, penelitian kualitatif tidak hanya menghasilkan deskripsi fenomena, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif bagi peningkatan kualitas pembelajaran matematika.

Diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penentuan subjek penelitian, teknik wawancara, observasi kelas, penyusunan pedoman wawancara, analisis data, hingga strategi menemukan novelty dalam penelitian kualitatif. Suasana akademik yang hidup menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk mendalami penelitian kualitatif sebagai salah satu pendekatan utama dalam penelitian pendidikan matematika.

Foto: Dokumentasi bersama

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Program Studi Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat kapasitas metodologis mahasiswa. Melalui penguasaan metodologi penelitian kualitatif, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan nyata dalam pembelajaran matematika secara komprehensif, kontekstual, dan berbasis kebutuhan lapangan.

Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis ini, Program Studi Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus membangun ekosistem akademik yang unggul, inovatif, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berorientasi pada kemaslahatan. Penguatan kompetensi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, menjadi bagian dari strategi Prodi dalam melahirkan lulusan yang mampu mengintegrasikan keilmuan, riset, dan nilai-nilai keislaman.

Berlandaskan paradigma Ulul Albab, setiap lulusan diharapkan menjadi pendidik dan peneliti yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, kematangan profesional, serta mampu menghadirkan inovasi dan riset pendidikan matematika yang berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan, kemajuan ilmu pengetahuan, dan kemaslahatan masyarakat. (UM)




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menguatkan Paradigma Riset Pendidikan Matematika: Tadris Matematika FITK UIN Malang Gelar Bimtek Penelitian Kualitatif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now