Banner Iklan

Ketua FPK Jatim Ajak Pemerintah Cegah Konflik Sosial Lewat Dialog, Pemberdayaan UMKM, dan Penguatan Kerukunan

Admin JSN
30 Juli 2026 • 11.31 WIB

 

Ketua FPK Jatim dorong kolaborasi pemerintah dan elemen masyarakat untuk proaktif jaga kondusivitas wilayah di tengah dinamika sosial.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur mengingatkan pentingnya langkah preventif dalam menjaga kerukunan masyarakat di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diminta tidak menunggu konflik terjadi, melainkan proaktif membangun dialog, memperkuat pemberdayaan ekonomi, serta melibatkan organisasi kemasyarakatan sebagai penjaga kondusivitas.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua FPK Jawa Timur, R. Mohammad Ali Zaini, dalam pernyataannya di Surabaya, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama Jawa Timur yang harus terus dijaga melalui semangat persatuan dan saling menghormati dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

 "Semoga kita semua masih mampu merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan serta saling menghargai dan menghormati sesama anak bangsa dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika," ujar Ali Zaini.

 FPK Jatim Ingatkan Potensi Gesekan Antarwarga

Ali Zaini menilai masih terdapat berbagai peristiwa di masyarakat yang berpotensi memicu gesekan antarwarga. Dalam beberapa kasus, persoalan yang muncul kerap menyeret identitas suku tertentu sehingga berisiko memperbesar konflik sosial.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan yang berkembang di masyarakat.

 "Jangan sampai kita baru bergerak setelah konflik terjadi. Pencegahan jauh lebih penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar," tegasnya.

Lima Langkah FPK Jatim untuk Mencegah Konflik

Sebagai upaya memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas sosial, FPK Jawa Timur menyampaikan lima rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat.

1. Pemerintah Diminta Lebih Proaktif Menggerakkan Ormas

FPK Jatim meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota lebih aktif melibatkan organisasi kemasyarakatan dalam forum dialog bersama berbagai pemangku kepentingan.
Pertemuan rutin tersebut dapat membahas isu-isu strategis seperti pengembangan UMKM, pelatihan kerja, hingga perluasan peluang usaha bagi masyarakat.

2. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Jadi Cooling System

FPK juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan untuk berperan sebagai cooling system dengan memperkuat komunikasi, merangkul warga, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Menurut Ali Zaini, pendekatan dialog menjadi sangat penting, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

 3. Pemerintah Harus Peka terhadap Persoalan Ekonomi

FPK Jatim menilai persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu friksi sosial. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan lebih serius memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan agar tidak ada kelompok masyarakat yang merasa terpinggirkan.

 4. Semua Pihak Punya Tanggung Jawab Moral

Ali Zaini menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Ia mengajak masyarakat ikut meredam setiap potensi konflik agar tidak meluas dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan.

 5. Percayakan Proses Hukum kepada Kepolisian

FPK Jatim juga mengimbau masyarakat untuk menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat kepolisian agar diproses secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

 Jatim Harus Tetap Menjadi Rumah Bersama

Menutup pernyataannya, Ali Zaini menegaskan bahwa kekuatan Jawa Timur terletak pada keberagamannya. Karena itu, seluruh masyarakat diajak menjaga keamanan dan kondusivitas daerah agar tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh suku bangsa.

 "Kekuatan Jawa Timur ada pada keberagamannya. Mari kita jaga agar Jawa Timur, khususnya Surabaya, tetap aman, kondusif, dan menjadi rumah bersama semua suku. Jangan sampai perut lapar membuat kita lupa saudara," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua FPK Jatim Ajak Pemerintah Cegah Konflik Sosial Lewat Dialog, Pemberdayaan UMKM, dan Penguatan Kerukunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?