Banner Iklan

Atasi Krisis Listrik di Pelosok NTT, Tim Riset UMM Hadirkan Inovasi PLTS Portabel 'SuryaPod'

Admin JSN
30 Juli 2026 • 13.17 WIB

 

Tim UMM perkenalkan SuryaPod, PLTS portabel inovatif yang siap atasi krisis listrik di wilayah pelosok.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Keterbatasan akses listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menjadi kendala besar dalam dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menciptakan terobosan baru berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) portabel yang diberi nama SuryaPod.

Inovasi kebanggaan Kampus Putih ini tak hanya dirancang untuk menyuplai energi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran interaktif bagi para siswa. Saat ini, SuryaPod telah resmi diimplementasikan di SMP Negeri 2 Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Instrumen canggih ini dirakit secara khusus oleh tim lintas disiplin UMM yang digawangi oleh Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si. sebagai ketua tim, bersama jajaran pakar lainnya yakni Prof. Dr. Machmud Effendy, M.Eng., Prof. Dr. Ahsanul In'am, Ph.D., dan Basri Noor Cahyadi, M.Sc.

Secara teknis, SuryaPod dibekali kapasitas hingga 4.000 watt. Namun, demi menjaga ketahanan dan memperpanjang usia baterai, sistem ini dioperasikan pada daya optimal 1.000 watt. Daya tersebut dipastikan sudah sangat mumpuni untuk menghidupkan seluruh perangkat di laboratorium komputer sekolah setempat.

Ketua tim peneliti UMM, Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si., mengungkapkan bahwa proyek strategis ini merupakan hasil riset yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tujuannya jelas, yakni mewujudkan kemandirian energi dengan memanfaatkan melimpahnya radiasi matahari di Nusantara melalui ekosistem pendidikan.

"Program ini merupakan riset dari Kemendiktisaintek tentang kemandirian energi yang diwujudkan melalui jalur pendidikan. Karena itu, UMM membuat media belajar yang bisa dipakai secara langsung oleh anak-anak di berbagai sekolah," jelas Prof. Yus.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa alat ini dihadirkan untuk membuka wawasan generasi muda di daerah. "Bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga sebagai langkah Kampus Putih mengedukasi siswa bahwa negara tropis ini kaya matahari, namun belum termanfaatkan dengan baik. Harapannya, SuryaPod menjadi media belajar agar anak-anak ke depan makin akrab dengan energi bersih," imbuhnya.

Menghadirkan Kelas Mandiri Energi

Tidak sekadar menyerahkan alat peraga, tim UMM juga menghadirkan pengalaman belajar nyata bertajuk Kelas Mandiri Energi. Melalui kelas ini, siswa SMPN 2 Nubatukan diajak memahami langsung proses pembangkitan listrik bertenaga surya guna meningkatkan literasi energi terbarukan sejak dini.

Kehadiran SuryaPod ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Kepala SMPN 2 Nubatukan, Deassy Erlina Lainata, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang membawa angin segar bagi pendidikan di wilayahnya tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek dan UMM yang telah memberikan bantuan berupa satu set panel surya kepada sekolah kami. Saat ini, beberapa anak juga sedang diedukasi langsung oleh Profesor Yus dari Universitas Muhammadiyah Malang. Manfaat penggunaan panel surya ini sangat bagus sekali dan luar biasa," tutur Deassy bersyukur.

Sinergi apik antara UMM, pemerintah, dan pihak sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi taktis bagi krisis listrik di daerah terpencil, melainkan juga mampu memantik lahirnya inovator-inovator muda peduli lingkungan demi mewujudkan masa depan Indonesia yang berkelanjutan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Atasi Krisis Listrik di Pelosok NTT, Tim Riset UMM Hadirkan Inovasi PLTS Portabel 'SuryaPod'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?