NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM
Sebanyak 173 anak diwisuda dan dinyatakan lulus dari YPI Syech Salaubina Tugu Sidolaju Widodaren Ngawi, dalam acara Haflah Akhirusannah dan pelepasan kelas akhir, yang dilanjutkan dengan pengajian akbar.(14/06/2026)
"Alhamdulillah pada tahun ajaran 2025/2026 ini MA Ma'arif Tugu Sidolaju meluluskan sebanyak 19 siswa. Kami berpesan pada anak-anak yang lulus, agar ilmu yang didapatkan bisa diabdikan pada masyarakat, agama, dan bangsa," terang Diyan Latifah, S.H.I selaku kepala sekolah MA Ma'arif Tugu Sidolaju pada Sabtu malam.(13/06/2026)
Tak hanya itu, pimpinan YPI Syech Salaubina juga menyebutkan terkait peran serta andil masyarakat sangat besar, dalam memajukan pondok pesantren dan sekolah yang berada di bawah Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, baik secara moril maupun materil.
"Mari berdoa agar YPI Syech Salaubina Tugu Sidolaju ini semakin maju dan mampu melahirkan generasi Qur'ani," ajak Camat Widodaren Ngawi, Ardiansyah, S.STP., M.H. dalam sambutannya sebagai perwakilan dari Forpimcam.
Selanjutnya dalam acara inti yang diisi oleh mubaligh dari Godong Grobogan Jawa Tengah, menekankan peran serta orang tua dalam proses mencetak anak barokah yang dalam piwulang Jawa disebut sebagai "mikul dhuwur mendhem jeru" sehingga mampu membanggakan orang tuanya.
"Ilmu ini diwariskan oleh Mbah Yai Sholeh Darat. Orang tua harus tirakat dengan 3 banyu. Diantaranya adalah; banyu anget, banyu mripat, dan banyu susu," tutur KH. Misbahuddin pengasuh Ponpes Al Huda Godong.
Banyu anget diartikan sebagai keadilan dalam mendidik anak, banyu mripat diartikan sebagai makbulnya doa orang tua untuk anaknya–sesuai urutan yang benar tobat dahulu baru berdoa. Selanjutnya banyu susu adalah tentang kewajiban orang tua dalam memberi makan anak yang halalan toyyiban. Sehingga tiga hal ini menjadi pondasi penting dalam pembentukan karakter anak nantinya.
Berbagai pihak dan tamu undangan yang hadir turut mengapresiasi atas terselenggaranya acara Haflah Akhirusannah oleh Yayasan Pendidikan Islam Syech Salaubina Tugu Sidolaju. Hal ini sekaligus menjadi refleksi bagi perjalanan pendidikan di Kabupaten Ngawi.(Qony)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?