Banner Iklan

DPRD Arif Wahyudi Dorong MBG Serap Hasil Petani Langsung, Pangkas Rantai Distribusi Demi Swasembada Pangan

Anis Hidayatie
27 Juni 2026 | 12.40 WIB Last Updated 2026-06-27T05:42:13Z


 DPRD Arif Wahyudi 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat swasembada pangan nasional apabila dikelola secara tepat dan berpihak langsung kepada petani maupun nelayan. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKB, Arif Wahyudi, menanggapi pentingnya sinergi antara sektor pertanian, perikanan, dan program MBG dalam menjaga ketahanan pangan nasional, Sabtu 27/6/2026.

Menurut Arif, semangat swasembada pangan yang menjadi komitmen jangka panjang pemerintah harus diwujudkan dengan memastikan hasil panen dan tangkapan masyarakat terserap langsung oleh program MBG tanpa melalui rantai distribusi yang terlalu panjang.

“Dapur MBG membeli langsung dari petani, itu sangat bagus. Petani akan lebih makmur karena mendapatkan harga yang sesuai standar. Baik petani sayur maupun petani ikan akan merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Arif.

Ia mengungkapkan, selama ini banyak hasil pertanian yang masih harus melalui pengepul sebelum sampai ke pasar atau industri. Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diterima petani menjadi lebih kecil. Karena itu, Arif berharap dapur-dapur penyedia MBG dapat membeli kebutuhan pangan langsung dari petani dan nelayan lokal.

“Kalau sekarang kan kebanyakan masih melalui pengepul, lalu ke pabrik, baru sampai ke dapur penyedia MBG. Harusnya bisa dipotong jalurnya agar nilai tambahnya benar-benar dirasakan petani,” tegasnya.

Arif menilai program MBG pada dasarnya merupakan kebijakan yang sangat baik karena tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat. Namun, ia menekankan perlunya tata kelola yang lebih matang agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

“Programnya baik, tujuannya juga baik. Tetapi kalau tidak dikelola dan dipersiapkan dengan baik, akhirnya muncul persoalan-persoalan seperti sekarang. Banyak orang berlomba mendirikan dapur MBG karena secara ekonomi memang menjanjikan. Hitungan saya, dalam setahun saja sudah bisa mencapai titik impas (BEP), apalagi ada berbagai insentif dan keuntungan operasional,” paparnya.

Lebih lanjut, Arif mendorong keterlibatan koperasi desa maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengambil peran aktif dalam menyalurkan hasil pertanian dan perikanan langsung ke dapur-dapur MBG. Dengan demikian, petani memperoleh kepastian pasar sekaligus harga yang lebih menguntungkan.

“Kalau perlu ada koperasi yang aktif mengambil langsung hasil panen petani untuk kebutuhan MBG. Koperasi desa harus mengambil peran sehingga rantai distribusi lebih pendek dan kesejahteraan petani benar-benar meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada sistem distribusi yang adil dan berpihak kepada produsen lokal. Menurutnya, prioritas penggunaan produk dalam negeri akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ketahanan pangan adalah fondasi ekonomi bangsa. Ketika petani dan nelayan memiliki kepastian pasar melalui program MBG, maka kesejahteraan masyarakat meningkat dan swasembada pangan akan semakin kokoh,” ucap Arif.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPRD Arif Wahyudi Dorong MBG Serap Hasil Petani Langsung, Pangkas Rantai Distribusi Demi Swasembada Pangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now