Banner Iklan

Ratusan Pendekar Ikuti Latihan Gabungan Pagar Nusa PAC Dampit, Ketua Cabang Tekankan Militansi Berkhidmah

Admin JSN
22 Juni 2026 | 16.38 WIB Last Updated 2026-06-22T09:39:18Z
Ratusan pendekar mengikuti latihan gabungan Pagar Nusa PAC Dampit, ketua cabang menekankan militansi berkhidmah./dok.istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Ratusan pendekar dan santri Pagar Nusa dari berbagai ranting se-Kecamatan Dampit mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) yang diselenggarakan Pengurus Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Dampit pada Minggu (21/6).

Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB di Lapangan Petung Sigar, Desa Petung Sigar, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Latihan gabungan ini menjadi bagian dari agenda rutin organisasi dalam memperkuat konsolidasi, mempererat silaturahmi, serta memperdalam pemahaman keorganisasian di lingkungan Pagar Nusa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Gus Saiful Anam, jajaran pengurus, pelatih, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan. Di antaranya Ketua Yayasan Al Ikhlas, M. Ismail Haasri, S.Pd.I, yang memberikan apresiasi terhadap kiprah Pagar Nusa dalam membina generasi muda melalui pendidikan karakter, spiritualitas, dan seni bela diri.

Ketua PAC Pagar Nusa Kecamatan Dampit, Widi Febriato, mengatakan bahwa latihan gabungan merupakan kebutuhan organisasi yang harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kekuatan Pagar Nusa tidak hanya diukur dari kemampuan bela diri para anggotanya, tetapi juga dari kokohnya persaudaraan, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap nilai-nilai organisasi.

"Latihan gabungan ini sangat diperlukan untuk mempererat silaturahmi antarsantri Pagar Nusa sekaligus memperkuat pemahaman organisasi yang matang. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang yang senantiasa membimbing dan memberikan arahan dalam menjalankan roda organisasi sehingga proses kaderisasi berjalan semakin baik," ujar Widi.

Dalam arahannya, Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Gus Saiful Anam, menegaskan bahwa tujuan utama Pagar Nusa adalah menjaga, mengembangkan, dan mempertahankan paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai fondasi perjuangan organisasi.

Ia menekankan bahwa seluruh bentuk pengabdian di Pagar Nusa harus dilandasi niat yang tulus semata-mata mengharap rida Allah SWT. Menurutnya, nilai khidmah tidak boleh berhenti pada slogan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

"Jargon Bela Kiai Sampai Mati harus benar-benar diimplementasikan dalam dimensi ideologis, struktural, maupun kultural. Di tingkat PAC, jajaran MWC NU adalah kiai kita. Bila kiai kehujanan, payungi. Bila sandalnya tidak tertata, rapikan. Jaga, kawal, antarkan, bahkan bila diperlukan gendong dengan sepenuh hati. Itulah makna khidmah yang sesungguhnya. Pagar Nusa adalah anak-anak Nahdlatul Ulama yang tumbuh untuk menjaga ulama, menjaga tradisi, dan menjaga organisasi," pesan Saiful Anam.

Koordinator Pelatih Pagar Nusa Kecamatan Dampit, Neng Sholiha, menilai luasnya wilayah Kecamatan Dampit menjadi alasan penting penyelenggaraan latihan gabungan secara periodik. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana efektif untuk menyatukan visi, meningkatkan kualitas latihan, sekaligus memperkuat pemahaman kader terhadap hirarki organisasi.

"Melalui latihan gabungan yang dilaksanakan secara berkala, kami berharap Pagar Nusa di Kecamatan Dampit semakin kompak, solid, serta memiliki pemahaman organisasi yang semakin baik. Kader tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang dalam disiplin, loyalitas, dan etika organisasi," tegas Sholiha.

Perkembangan Pagar Nusa di Kecamatan Dampit dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin positif. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan publik terhadap organisasi ini.

Pagar Nusa semakin dipandang bukan sekadar perguruan pencak silat, melainkan lembaga kaderisasi Nahdlatul Ulama yang membentuk generasi berkarakter, berakhlak, cinta tanah air, serta berkomitmen menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, Pagar Nusa menegaskan perannya sebagai ruang pembentukan manusia yang utuh yaitu tangguh secara fisik, matang secara intelektual, kokoh secara spiritual, serta istiqamah dalam khidmah kepada ulama, Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara.

Filosofi inilah yang menjadikan Pagar Nusa terus memperoleh tempat di hati masyarakat dan berkembang sebagai organisasi kader yang relevan dari masa ke masa. (Rof)

Dokumentasi kegiatan (dok.istimewa):





***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ratusan Pendekar Ikuti Latihan Gabungan Pagar Nusa PAC Dampit, Ketua Cabang Tekankan Militansi Berkhidmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now