Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan komitmennya sebagai prodi yang adaptif, inovatif, dan berkarakter melalui penyelenggaraan kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan sosialisasi program unggulan pada Kamis (9/4) kemarin.
Bertempat di Aula Lantai 3 Language Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dan dihadiri oleh seluruh dosen serta mahasiswa dalam suasana penuh kehangatan, refleksi, dan semangat pembaruan.
Lebih dari sekadar tradisi, Halal Bihalal tahun ini dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat kohesi akademik sekaligus mengakselerasi visi pengembangan prodi ke depan. Nuansa kekeluargaan yang kental berpadu dengan atmosfer akademik yang dinamis, menciptakan forum yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga mempertegas arah transformasi Tadris Matematika di tengah tantangan global pendidikan. Sorotan utama kegiatan ini adalah pemaparan program unggulan oleh Ketua Program Studi Tadris Matematika, Ulfa Masamah, M.Pd yang secara komprehensif menyampaikan arah kebijakan dan inovasi program yang akan menjadi penggerak utama peningkatan kualitas lulusan.
Dalam sambutannya, Kaprodi menegaskan bahwa pengembangan prodi tidak dapat lagi bertumpu pada pendekatan konvensional semata, melainkan harus mengintegrasikan kecerdasan intelektual, keterampilan abad 21, serta nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama.
“Ke depan, kita tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa Tadris Matematika mampu tampil sebagai pendidik yang kreatif, komunikatif, berwawasan global, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman,” tegasnya.
Sebagai bagian dari identitas keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, integrasi antara sains dan Islam menjadi landasan penting dalam pengembangan akademik. Pusat Studi Integrasi Matematika dan Islam hadir sebagai ruang intelektual untuk mengkaji, meneliti, dan mengembangkan perspektif integratif antara matematika dan nilai-nilai keislaman. Melalui pusat studi ini, diharapkan lahir berbagai karya ilmiah, penelitian kolaboratif, serta inovasi pembelajaran yang mampu menjembatani dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. Program ini sekaligus memperkuat positioning Tadris Matematika sebagai prodi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekhasan epistemologis.
Sambutan kedua dari Wakil Dekan I bidang Bidang Akademik, Dr. Muh. Yunus, M.Si, menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum strategis untuk merefleksikan nilai keikhlasan, memperkuat kolaborasi, dan membangun budaya akademik yang berintegritas. Ia mengaitkan makna tersebut dengan arah pengembangan Program Studi Tadris Matematika yang kini semakin progresif melalui berbagai program unggulan yang telah diluncurkan. Menurutnya, program seperti Mathsterpiece, Math-triculate, dan Pusat Studi Integrasi Matematika dan Islam merupakan langkah konkret dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan berdaya saing global. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam mengoptimalkan implementasi program-program tersebut. Dengan demikian, Halal Bihalal menjadi titik awal penguatan komitmen bersama untuk mendorong transformasi prodi ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Turmudi, M.Si., Ph.D. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menengok kembali sejarah awal berdirinya Prodi Tadris Matematika sebagai refleksi sekaligus inspirasi untuk melangkah ke depan. Dengan gaya tutur yang reflektif dan penuh makna, ia menguraikan bagaimana perjalanan panjang prodi dibangun melalui dedikasi, perjuangan, dan visi besar para pendirinya. Ia menegaskan bahwa menjaga ruh keilmuan dan semangat kolektif merupakan kunci utama dalam mempertahankan eksistensi dan meningkatkan kualitas prodi di masa depan.
“Sejarah adalah identitas. Dari sana kita belajar tentang komitmen, perjuangan, dan arah perjuangan ke depan. Tadris Matematika harus terus bergerak maju dengan tetap menjaga nilai-nilai dasarnya,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, baik dalam sesi pemaparan maupun interaksi yang berlangsung secara hangat dan partisipatif. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif seluruh civitas akademika untuk terus bertumbuh dan berkontribusi dalam pengembangan prodi. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara dosen dan mahasiswa. Momentum ini tidak hanya meninggalkan kesan kebersamaan, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk melangkah lebih progresif, inovatif, dan kolaboratif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?