Banner Iklan

Mitigasi Bencana : Tim UM Petakan Wilayah Rawan Longsor-Banjir di Probolinggo

Eko Rudianto
23 Mei 2026 | 19.57 WIB Last Updated 2026-05-23T13:04:45Z

Foto bersama tim peneliti dosen dan mahasiswa
PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM : Kabupaten Probolinggo secara geografis merupakan wilayah dengan kekhasan lansekap. Konfigurasi gunungapi dan pesisir pantai disertai perkembangan kotanya menjadi bagian keunikan yang dimiliki. Di sisi timur Kabupaten Probolinggo ditempati oleh kompleks morfologi Gunungapi Argopuro. Selama ini hanya kompleks Bromo-Tengger saja yang telah dikenal luas oleh masyarakat di dalam maupun di luar negeri. 

Pada tahun 2026 ini, Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) memberikan hibah penelitian internal kepada dosen di Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fisik-Teknik, Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial. Penelitian tentang longsor dan banjir bandang ini diketuai oleh Listyo Yudha Irawan, S.Pd., M.Pd., M.Sc. Beliau merupakan dosen dengan keahlian Geomorfologi Bencana dan Lingkungan. Sebagai ahli lingkungan lainnya adalah M. Asyrofi Al Kindy, S.Pd., M.Sc.. Kegiatan ini turut serta melibatkan mahasiswa sebanyak sembilan orang berpartisipasi melaksanakan penelitian sebagai wujud nyata kolaborasi bersinergi antara dosen bersama mahasiswa. Adapun kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu dimulai pada Kamis, 14 Mei 2026 sampai dengan Sabtu, 16 Mei 2026. 

Kejadian longsor di Kabupaten Probolinggo diketahui terjadi pada akhir tahun 2025 serta pertengahan tahun 2026 ketika bulan puasa Ramadhan di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Krucil. Hasil survei lapangan menunjukkan masih terdapat beberapa titik longsor di Kecamatan Tiris yang hingga saat ini belum diperbaiki. 

Kondisi bekas longsor yang terjadi pada awal tahun 2026, di salah satu Kecamatan Krucil

Ancaman bencana banjir bandang juga terjadi di tahun 2025, dimana dampaknya menimbulkan kerusakan sarana prasarana seperti jembatan maupun rumah-rumah warga. Meskipun harus kembali menghadapi bencana, masyarakat kini jauh lebih paham dan tanggap dalam proses evakuasi. Pengalaman pahit dari rentetan bencana sebelumnya secara tidak langsung telah membentuk kesadaran mitigasi yang lebih kuat di kalangan warga. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pembangunan penahan banjir yang dilaksanakan dan masih dalam proses perbaikan. Penahan ini dibangun pada wilayah sekitar sungai yang berhulu di Gunungapi Argopuro. 

Pembangunan penahan banjir sekitar sungai yang berhulu di Gunungapi Argopuro

Di sisi lain ditemukan bahwa Kecamatan Krucil dan Tiris memiliki potensi sumberdaya alam dan wisata yang sangat banyak. Bermi Eco Park merupakan salah satu tempat yang saat ini sedang berkembang di Kecamatan Krucil. Sementara di Kecamatan Tiris diketahui memiliki beberapa Ranu (Danau Kawah Vulkanik) dan Air Terjun yang sangat menarik bagi wisatawan. Keberadaan objek wisata ini tentu harus didukung oleh perencanaan dan mitigasi bencana yang baik. Penguatan peran pemerintah, masyarakat, dan lembaga lainnya sangat diperlukan dalam hal ini.

Foto bersama tim peneliti dosen dan mahasiswa

Oleh: Listyo Yudha Irawan


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mitigasi Bencana : Tim UM Petakan Wilayah Rawan Longsor-Banjir di Probolinggo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now