MALANG | JATIM SATU NEWS.COM: Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam mendukung solusi urusan pembangunan dan pemerintahan melalui penguatan sinergi pembangunan kewilayahan berkelanjutan berbasis pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi hijau.
Komitmen tersebut disampaikan Asep Kusdinar selaku Kepala Bakorwil III Malang dalam kegiatan Webinar ASN Kampus Satelit Tahun 2026 yang mengusung tema “Sinergi Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan dan Pelestarian Kehutanan dalam Mewujudkan Green Forestry dan Green Economy di Wilayah Kerja Bakorwil III Malang. Senin (25/5/2026).
Dalam paparannya, Asep menegaskan bahwa Bakorwil memiliki peran strategis sebagai simpul koordinasi pembangunan daerah melalui fungsi koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi, pembinaan dan pengawasan, serta mendukung prioritas Gubernur Jawa Timur di wilayah kerja masing-masing.
Dikatakan Asep, Bakorwil III Malang memiliki luas wilayah 8.149,31 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 12.220.100 jiwa yang meliputi cakupan wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya dengan pusat kegiatan ekonomi berada di Malang, Surabaya dan Sidoarjo.
Menurutnya, wilayah kerja Bakorwil III Malang memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, pertanian, pariwisata, sekaligus penyangga lingkungan hidup di Jawa Timur.
"Tetapi, wilayah tersebut juga menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan yang cukup kompleks seperti peningkatan timbulan sampah, degradasi kawasan hutan, tekanan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, hingga dampak perubahan iklim yang memicu banjir, longsor dan krisis lingkungan," beber Asep.
Untuk itu, Asep menegaskan Bakorwil hadir untuk memperkuat solusi urusan pembangunan dan pemerintahan melalui semangat gotong royong. "Tantangan pembangunan saat ini membutuhkan koordinasi, kolaborasi, sinergi, dan orkestrasi lintas sektor agar pembangunan berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, sejumlah isu strategis kewilayahan yang menjadi perhatian Bakorwil Malang meliputi penguatan reformasi kehutanan dan pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah regional dan pengendalian pencemaran lingkungan, pengembangan green economy berbasis UMKM, serta penguatan sinergi kewilayahan dan stabilitas ekonomi daerah.
Sebagai langkah konkret, Bakorwil mengambil arah kebijakan dan program kegiatan untuk memperkuat kolaborasi dan mengatasi isu strategis kewilayahan, guna mewujudkan Green Forestry dan Green Economy dengan memfasilitasi berbagai program strategis, di antaranya Workshop Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas 2045, penguatan forum kebijakan pengembangan subsektor kehutanan berbasis data dan keberlanjutan lingkungan, fasilitasi percepatan pengembangan TPA/TPST Regional Blitar Raya, serta pendampingan sertifikasi halal bagi 100 UMKM di Malang Raya.
"Di sisi lain, Bakorwil III Malang juga menggelar Rakor Penerapan Payment Ecosystem Service untuk Kelestarian Lingkungan guna membangun kesadaran ekologis bersama, menjamin kelangsungan fungsi lingkungan serta mewujudkan keadilan antara penjaga dan pengguna alam," tutur Asep.
Asep menambahkan Bakorwil Malang juga aktif melaksanakan koordinasi dan fasilitasi penyusunan Kesepakatan Bersama (KSB), Perjanjian Kerja Sama (PKS), penanganan kebencanaan kawasan Bromo Tengger Semeru, sinkronisasi batas wilayah, hingga fasilitasi penyelesaian konflik pengelolaan destinasi wisata Tumpak Sewu antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
Dalam mendukung penguatan ekonomi hijau dan kepedulian lingkungan, Bakorwil III Malang turut menyelenggarakan Lomba Inovasi Blue Green Pengelolaan Lingkungan Hidup se-Wilayah Kerja Bakorwil Malang yang diikuti 110 peserta, serta mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui program VESTAWIL.ID
"Visi VESTAWIL.ID yakni Jawa Timur sebagai pusat Ekosistem Inovasi Ekonomi Hijau berbasis Industri Pengolahan Bahan Berbahan Baku Buah-Buahan Unggulan, Dengan Sirkulasi E yakni Ekosistem, Ekologi dan Ekonomi secara Berkelanjutan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kewilayahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.
“Penguatan sinergi antar wilayah dan lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang adaptif, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan sehingga tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian kehutanan, dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Wahyu Eko Setiawan selaku Agregator VESTAWIL.ID. Pria yang akrab disebut Sam Wes memaparkan bahwa Bakorwil III Malang sebagai inovator, leader dan fasilitator dalam program kerja VESTAWILD.ID untuk menggerakkan Inovasi Sirkulasi Triple E.
"Dalam menciptakan terobosan Sirkulasi Triple E itu, Bakorwil III Malang melalui VESTAWILD.ID menggabungkan prinsip konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi berbasis ekonomi hijau," ucap Sam WES.
Hal penting yang dilakukan oleh VESTAWIL.ID dalam yakni solusi ekologis dengan memberikan oksigen, kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan. "Untuk solusi lingkungan hidup dengan peningkatan Ruang Terbuka Hijau, optimalisasi lahan, menjaga kualitas air, mencegah longsor, penyerap karbon, habitat satwa dan kelestarian lingkungan," terangnya.
Di sisi lain, VESTAWIL.ID juga memberikan solusi inovatif kesejahteraan masyarakat, sedekah pohon buah dan mengembangkan filantropi melalui adopsi pohon, donasi, gerakan penghijauan, TSP (Tanggungjawab Sosial Perusahaan) dan lainnya.
Narasumber lain yang turut hadir dalam Webinar tersebut yakni Prof. Bisri selaku Rektor ke-12 Universitas Brawijaya periode 2014-2018 serta Prof. Asihing Kustanti selaku Kepala Prodi S2 Magister Sosiologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur ini diikuti oleh ASN dari berbagai Pemerintah Kota/Kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Timur. (Ans)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?