Tim LAZISNU Kecamatan Widodaren tetap semangat bagi takjil di tengah hujan
NGAWI I JATIMSATUNEWS.COM:
Tak kenal basah tak kenal lelah, dedikasi berkhidmah LAZISNU Kecamatan Widodaren Ngawi semakin menyala di bawah guyuran hujan sore hari.(03/03/2026)
"Kami dan tim sangat antusias dalam setiap kegiatan, terlebih ini bulan puasa. Meski dalam berkhidmat, seringkali kita dihadapkan pada kondisi yang menjadikan halangan dan rintangan, itu sudah menjadi kebiasaan," jelas H. Mundirin pada Jatimsatunews Selasa pagi(3/03/2026)
Hari pelaksanaan bagi takjil sore hari menjelang buka puasa, ada di titik gapura Dusun Kedungprahu Widodaren pada Minggu (01/03/2026) dan Jembatan Payak Gendingan Senin (02/03/2026). Di mana karena berpusat pada satu titik, Bamom dan Lembaga NU berkumpul membentuk kesatuan yang kokoh.
"Meskipun gerimis, Lazisnu tetap eksis untuk melayani umat. Tak kenal basah. Tak kenal lelah. Semua rintangan, jadikan bekal semangat," tandas H. Mundirin dengan tawa kecil, yang memantikkan semangat pada siapa saja yang melihatnya.
Sebelumnya pada hari Minggu sore di jalan depan gapuro Dusun Kedungprahu, nampak Banom dan Lembaga NU bahu-membahu membagikan takjil untuk pengguna jalan.
"Masyallah Tabarokallah, hanya dalam 5 menit saja, takjil sudah habis semua. Semoga tahun depan bisa menyiapkan takjil lebih banyak lagi. Semuanya antusias, baik Banom dan Lembaga NU, juga para pengguna jalan yang kemungkinan sedang WAR takjil," sebut Ning Ikfi Kholifatul Lutfiah, selaku Ketua Fatayat Ranting Widodaren.
Menurut pengasuh Ponpes Nurul Burhan Kedungprahu itu, takjil yang dipersiapkan kurang lebih ada sekitar 500 buah. Sehingga melihat banyaknya pengguna jalan, wajar kalau takjil ludes dalam hitungan menit saja.
"Untuk acara bagi takjil hari ini, ada lima orang perwakilan Fatayat Ranting Widodaren," tutup istri dari Ketua JQH Widodaren tersebut tersenyum lembut.
Ranting Widodaren selama ini dikenal sebagai ranting besar dalam lingkungan NU. Sebagian besar warganya aktif di organisasi dan lembaga Nahdlatul Ulama. Terlebih Kyai Daud Sunaryo adalah Ketua Tanfidziyah MWC NU Widodaren. Selanjutnya diharapkan kegiatan bagi takjil bisa terus diadakan setiap bulan Ramadhan, sbagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dan ajang silaturahmi warga NU.(Qony)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?