Banner Iklan

FMIPA Universitas Brawijaya Jalani Surveillance Audit SNI ISO 21001:2018, Perkuat Mutu Layanan Pendidikan

Anis Hidayatie
06 Maret 2026 | 14.33 WIB Last Updated 2026-03-06T07:33:59Z


 FMIPA Universitas Brawijaya Jalani Surveillance Audit SNI ISO 21001:2018

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM. Upaya menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan terus dilakukan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB). Salah satunya melalui pelaksanaan First Surveillance Visit penerapan standar SNI ISO 21001:2018 yang digelar selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 2–6 Maret 2026.

Kegiatan audit ini dilakukan untuk memastikan sistem manajemen pendidikan di lingkungan Universitas Brawijaya tetap berjalan secara konsisten sekaligus terus mengalami peningkatan kualitas. Audit tersebut menilai implementasi sistem manajemen pendidikan di berbagai departemen dan program studi di FMIPA UB.

Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FMIPA UB, Darmanto, menjelaskan bahwa audit surveillance ini merupakan bagian dari sistem jaminan mutu guna memastikan setiap program studi memiliki layanan pendidikan yang sesuai standar internasional.

“Ini merupakan surveillance audit pertama setelah proses resertifikasi pada tahun 2025. Berbeda dengan akreditasi yang dilakukan setiap lima tahun sekali, sertifikasi ISO memiliki audit surveillance setiap tahun, sedangkan resertifikasi dilakukan setiap lima tahun,” jelas Darmanto.

Dalam pelaksanaannya, audit mencakup lima departemen di FMIPA UB, yaitu Departemen Matematika, Departemen Fisika, Departemen Kimia, Departemen Biologi, serta Departemen Statistika. Mengingat cakupan area audit yang cukup luas, tim auditor menggunakan metode sampling dalam melakukan penilaian.

Pada audit kali ini, enam program studi dipilih sebagai sampel, yakni Program Sarjana Ilmu Aktuaria, Sarjana Sains Data, Sarjana Instrumentasi, Magister Kimia, Magister Biologi, serta Program Doktor Ilmu Fisika.

Proses audit berlangsung sejak awal pekan dan diakhiri dengan closing meeting. Berbeda dengan sistem akreditasi yang menggunakan penilaian angka, audit ISO lebih menitikberatkan pada rekomendasi dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian sistem layanan pendidikan dengan standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, auditor juga melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, kualitas lulusan, sistem penerimaan mahasiswa, fasilitas pendukung, hingga visitasi lapangan di setiap departemen.

Auditor eksternal, Rahma Indah Kurniasih, dalam penyampaian kesimpulan awal menyebutkan bahwa secara umum sistem manajemen pendidikan di FMIPA UB telah berjalan konsisten. Namun demikian, terdapat beberapa catatan minor yang berkaitan dengan konsistensi dokumentasi dan bukti objektif pelaksanaan kegiatan.

“Sebagian besar catatan bersifat minor dan lebih pada aspek konsistensi pencatatan. Dalam sistem manajemen, setiap aktivitas perlu memiliki bukti objektif, seperti dokumen atau dokumentasi kegiatan, untuk memastikan bahwa proses yang dilakukan memang benar-benar berjalan,” jelasnya.

Rahma menambahkan, audit ini bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan kesesuaian implementasi sistem manajemen pendidikan dengan standar yang berlaku.

“Tujuan audit adalah memotret pemenuhan standar. Jadi bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan bahwa sistem yang dijalankan sudah memenuhi standar ISO 21001:2018,” ujarnya.

Dalam skema sertifikasi tersebut, setiap program studi harus diaudit minimal satu kali dalam satu siklus sertifikasi yang berlangsung selama tiga tahun. Dari total 18 program studi di FMIPA UB, proses audit dibagi secara proporsional setiap tahunnya.

Sementara itu, Darmanto menegaskan bahwa kegiatan surveillance ini menjadi bagian penting dalam menjaga budaya mutu di lingkungan fakultas.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat memastikan bahwa sistem manajemen yang telah diterapkan berjalan dengan baik di tingkat fakultas, departemen, maupun program studi. Ini juga menjadi momentum evaluasi bagi seluruh unit kerja untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Ke depan, FMIPA UB juga berencana memperluas cakupan audit ISO dengan menambahkan Program Studi Sarjana Bioinformatika pada proses resertifikasi berikutnya.

Dengan penerapan standar manajemen berbasis SNI ISO 21001:2018, FMIPA UB berharap kualitas penyelenggaraan pendidikan semakin kuat serta mampu meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap layanan pendidikan di Universitas Brawijaya. Ans 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FMIPA Universitas Brawijaya Jalani Surveillance Audit SNI ISO 21001:2018, Perkuat Mutu Layanan Pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now