Banner Iklan

Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Tanam, Tebar Benih, dan Panen Serentak di 754 SMA/SMK/SLB se-Jatim, Perkuat Peran Sekolah sebagai Pusat Ketahanan Pangan

Admin JSN
26 Januari 2026 | 14.19 WIB Last Updated 2026-01-26T07:19:27Z

Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Tanam, Tebar Benih, dan Panen Serentak di 754 SMA/SMK/SLB se-Jatim, Perkuat Peran Sekolah sebagai Pusat Ketahanan Pangan

Program SIKAP Dilaksanakan Masif dan Terukur, Jawa Timur Raih Dua Rekor MURI

KEDIRI| JATIMSATUNEWS .COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung kegiatan penanaman berbagai tanaman produktif, penaburan benih ikan, serta panen serentak bersama 110.481 guru dan murid SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1).

Sebanyak sekitar 500 peserta mengikuti kegiatan secara luring di lokasi utama, sementara 109.981 guru dan murid lainnya dari 754 SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur berpartisipasi secara daring. Kegiatan ini merupakan implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dilaksanakan secara masif dan terintegrasi, sekaligus mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih dua penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Penghargaan MURI pertama diberikan atas capaian sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Terbanyak pada satuan pendidikan, dengan total 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Penghargaan kedua diraih sebagai Pemrakarsa Gerakan Penanaman Ragam Tanaman Produktif dan Penaburan Benih Ikan Serentak Terbanyak yang melibatkan 110.481 guru dan murid.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan Program SIKAP yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai model pendidikan kontekstual dan berkelanjutan.

Melalui Program SIKAP, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang praktik pembelajaran, pembentukan karakter, serta laboratorium sosial yang menumbuhkan kemandirian dan kepedulian peserta didik terhadap isu ketahanan pangan.

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang hidup, di mana anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik menanam, merawat, memanen, hingga mengelola hasilnya,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar strategis pembangunan Jawa Timur. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran penting sebagai pusat edukasi dalam menanamkan kesadaran pangan sejak dini sekaligus menyiapkan generasi yang adaptif menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan penanaman, penaburan benih, dan panen serentak ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, dan peserta didik dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, berkelanjutan, serta berorientasi masa depan.

Atas pelaksanaan Program SIKAP yang masif dan terukur tersebut, Provinsi Jawa Timur berhasil mencatatkan capaian nasional dengan meraih dua Rekor MURI.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Program SIKAP telah diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di satuan pendidikan,” tegasnya.

Usai kegiatan peresmian, Gubernur Khofifah meninjau langsung berbagai praktik ketahanan pangan di sekolah, mulai dari panen telur, peninjauan ayam potong, kandang kambing dan sapi perah, penanaman perdana tanaman produktif, hingga panen dan penebaran benih ikan.

“Pengalaman di SMKN 1 Plosoklaten sangat inspiratif. Sekolah mampu mengelola kandang kambing, sapi, dan ayam secara rapi dan bersih sehingga siswa dapat belajar langsung melalui praktik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa para siswa dilibatkan secara aktif dalam seluruh siklus perawatan dan produksi selama 24 jam, termasuk proses pembiakan ayam serta penanganan hasil panen.

“Anak-anak terbiasa mengikuti siklus perawatan dan produksi selama 24 jam, termasuk breeding ayam dan penanganan hasil panen, sehingga mereka memiliki pengalaman yang sesuai dengan standar dunia usaha dan industri,” katanya.

“Selain itu, kemitraan dengan korporasi memastikan produk hasil sekolah memenuhi standar profesional, sehingga memberikan bekal praktis bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa hingga saat ini Program SIKAP telah diikuti oleh 754 sekolah negeri dan swasta, baik SMA, SMK, maupun SLB, dari total sekitar 4.300 sekolah di Jawa Timur.

Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi meskipun sebagian sekolah memiliki keterbatasan lahan. Kondisi tersebut disiasati melalui optimalisasi lahan, termasuk pemanfaatan lahan minimalis dengan sistem hidroponik.

Sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan lahan tetap dapat mengimplementasikan Program SIKAP dengan semangat kolaboratif bersama murid di luar ruang kelas. Jenis tanaman yang dikembangkan pun disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik wilayah masing-masing.

“Di SMK, kegiatan ini terintegrasi dengan aspek produksi dan pemasaran. Sementara di sekolah umum, hasil tanaman dapat dibeli oleh guru maupun siswa sendiri, sehingga tercipta ekosistem saling mendukung antarwarga sekolah,” pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Tanam, Tebar Benih, dan Panen Serentak di 754 SMA/SMK/SLB se-Jatim, Perkuat Peran Sekolah sebagai Pusat Ketahanan Pangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now