Banner Iklan

Pasedherekan Trah HB II Perluas Jejaring ke Jawa Timur, Dorong Pelestarian Budaya Nusantara di Malang

Rahmani Hafidzi
08 Agustus 2026 • 20.24 WIB

Foto: Ketua Pasedherekan Trah Hamengku Buwono II, Raden Hendro Marwoto

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM — Pasedherekan Trah Hamengku Buwono (HB) II memperluas jejaring organisasinya ke Jawa Timur, termasuk Kota Malang. 

Ekspansi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya Jawa dan warisan budaya Nusantara di tengah masyarakat.

Perluasan kepengurusan di wilayah Jawa Timur merupakan tindak lanjut dari amanat Pengageng Keraton Yogyakarta agar Trah HB II membangun jaringan perwakilan di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk memperkuat kelembagaan dan jangkauan sosialnya, organisasi tersebut saat ini telah memiliki badan hukum dengan nama Putra Narendra Nusantara.

Ketua Pasedherekan Trah Hamengku Buwono II, Raden Hendro Marwoto, mengatakan kehadiran organisasi di berbagai daerah tidak hanya ditujukan untuk memperluas struktur kepengurusan. 

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan mempertahankan nilai-nilai budaya kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen penuh untuk terus nguri-uri kebudayaan Jawa dan Nusantara agar tetap hidup dan dicintai generasi masa kini. Melalui perluasan jejaring yang perlahan merambah Jawa Timur, khususnya di Malang, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai keluhuran Trah HB II dapat dirasakan langsung dan membumi di tengah masyarakat luas,” kata Raden Hendro Marwoto di Malang, Sabtu (8/8/2026).


Tiga Agenda Budaya Utama

Dalam menjalankan kegiatannya, Pasedherekan Trah HB II memiliki sejumlah agenda budaya yang dilaksanakan secara rutin. Tiga agenda utama tersebut meliputi Nyadran, Syawalan, dan Jamasan Pusaka.

Nyadran dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur melalui kegiatan ziarah dan pembersihan makam. Sementara Syawalan menjadi momentum silaturahmi untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antaranggota.

Adapun Jamasan Pusaka merupakan kegiatan perawatan dan pembersihan benda-benda pusaka. Dalam pelaksanaan terakhir, organisasi tersebut merawat lebih dari 150 pusaka yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat dan pejabat publik.

Kegiatan pelestarian budaya juga dilakukan melalui program edukasi. Salah satunya Pendidikan dan Latihan (Diklat) Ngadibusana yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara mengenakan busana adat Jawa sesuai dengan pakem Keraton.

Selain busana adat, Pasedherekan Trah HB II turut mengenalkan warisan seni dan budaya yang berkaitan dengan sejarah HB II. Salah satunya adalah motif batik Bronto Mangun, yang memiliki ciri khas berupa ornamen burung cenderawasih.


Terbuka bagi Masyarakat Umum

Saat ini, Pasedherekan Trah HB II mencatat sebanyak 106 anggota keturunan yang telah memiliki keanggotaan resmi berdasarkan surat kancingan dari Keraton Yogyakarta.

Meski memiliki basis keanggotaan dari kalangan keturunan, organisasi tersebut menyatakan terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap budaya Jawa dan Nusantara.

Raden Hendro mengatakan kegiatan pelestarian budaya tidak semestinya hanya menjadi ruang bagi kalangan tertentu. Karena itu, pihaknya mendorong keterlibatan masyarakat melalui kegiatan kebudayaan yang bersifat terbuka dan gotong royong.

“Sosok Sultan adalah milik rakyat. Oleh karena itu, seluruh kegiatan kebudayaan ini kami jalankan atas dasar semangat kebersamaan, gotong royong, dan tanpa ada pungutan biaya iuran bulanan bagi siapa saja yang ingin bergabung dan mencintai budaya,” ujarnya.

Dengan perluasan jejaring ke Jawa Timur, Pasedherekan Trah HB II berharap kegiatan pelestarian budaya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

 Kota Malang menjadi salah satu wilayah yang dinilai strategis untuk memperkenalkan kembali tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya Jawa kepada generasi muda. (RUL/RAF)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pasedherekan Trah HB II Perluas Jejaring ke Jawa Timur, Dorong Pelestarian Budaya Nusantara di Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?