Banner Iklan

Mahasiswa KKN Kelompok 49 UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Warga Desa Pelem Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair (POC)

Admin JSN
08 Agustus 2026 • 20.03 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 49 memperkenalakan alat pembuatan Pupuk organik Cair (POC) kepada warga dan kelompok tani di Desa Pelem pada Sabtu, (8/8/2026)

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa KKN Kelompok 49 UPN "Veteran" Jawa Timur kenalkan Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Melalui Teknologi Tepat Guna di Balai Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kelompok Tani (POKTAN), serta warga sekitar.

Dalam sosialisasi tersebut, kelompok KKN menghadirkan dua mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dari Fakultas Pertanian sebagai pemateri, yaitu Adine Ratri Sekar Tandjung dari Program Studi Agribisnis dan Herdiawan Syafaaturrosulah dari Program Studi Agroteknologi. Keduanya memaparkan cara mengubah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair menggunakan teknologi tepat guna yang sederhana dan dapat diterapkan langsung oleh warga.

Herdiawan (kanan), dan Adine Ratri (kiri) Menjelaskan proses pembuatan pupuk organik cair (POC) kepada warga, dan kelompom tani Desa Pelem pada Sabtu, (8/8/2026)

Adine mengatakan, ketertarikannya mengenalkan program POC kepada warga Desa Pelem didasari oleh kemudahan proses pembuatan serta ketersediaan bahan baku yang melimpah di lingkungan rumah tangga dan juga pupuk cair yang dihasilkan memiliki potensi risiko kegagalan yang rendah dalam proses fermentasinya.

"Karena program pupuk organik cair ini pembuatannya juga mudah digunakan dan bahannya juga mudah ditemukan karena bahan-bahannya itu sampah organik, seperti sisa-sisa sayuran, kulit pisang, terus ampas kopi, air bekas cucian beras, dan juga sisa-sisa makanan lainnya. Meskipun begitu, penggunaan pupuk organik ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan pupuk kimia, dan juga pembuatan pupuk organik ini memiliki potensi risiko yang rendah, hal ini dikarenakan hasil fermentasi yang dikeluarkan tidak memiliki efek samping untuk tanaman. “ujar Adine”

Ia menambahkan, pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku POC tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga serta mendukung kelestarian lingkungan.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Selain bahan-bahannya mudah didapat, POC juga lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Damirin, perwakilan Kelompok Tani (POKTAN) Sumber Makmur Desa Pelem, mengaku bukan orang baru di dunia pengomposan, karena sejak 2019 ia telah mengikuti berbagai pelatihan serupa. Namun ia menilai metode POC yang diperkenalkan mahasiswa KKN kali ini memiliki perbedaan mendasar dibanding yang pernah ia pelajari sebelumnya.

"Dulu bahannya juga dari sisa rumah tangga, cuma ada tambahan bahan kimia. Kalau yang ini enggak pakai kimia, dan lebih ramah tanaman," ungkap Damirin.

Damirin bahkan mengaku terdorong untuk mulai menerapkan POC secara mandiri di pekarangan rumahnya, sebagai langkah awal mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

"Setelah mengikuti sosialisasi dari mahasiswa, saya pribadi terdorong untuk mencoba sendiri di rumah, juga ingin kelompok-kelompok tani lain belajar untuk aktif, supaya kita kurangi yang berbahan kimia untuk beralih ke organik. Mulai belajar dari tanaman cabai skala kecil di rumah saya," tuturnya.

Menurutnya, penggunaan POC sangat menguntungkan warga karena alat dan bahan yang dibutuhkan mudah didapat, dan turut memanfaatkan barang bekas seperti drum sebagai wadah fermentasi pembuatan pupuk.

"Ini sangat menarik karena sudah dijelaskan oleh mahasiswa tadi, dari biaya pertama murah, mudah didapat, dan memanfaatkan drum bekas. Jadi menurut saya ini sangat bermanfaat, apalagi biasanya orang rumah sedikit banyak kadang membuang makanan yang tersisa atau bahan-bahan masakan yang tidak terpakai. Kan sayang kalau dibuang, kenapa enggak kita jadikan pupuk organik untuk tanaman cabai di rumah saya,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 49 UPN Veteran Jawa Timur berharap warga Desa Pelem dapat lebih mandiri dalam mengelola limbah rumah tangga, mengurangi penggunaan pupuk kimia, sekaligus mendukung praktik pertanian skala kecil yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.


Penulis : Dimas Tri Agung Pamungkas, UPN “Veteran Jawa Timur


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN Kelompok 49 UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Warga Desa Pelem Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair (POC)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?