MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Ma Chung Kota Malang, telah menjadi salah satu kampus ikonik favorit calon mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Bukan hanya karena letak kampus yang berada di area perbukitan berhawa sejuk puncak Tidar, namun juga karena output lulusan yang mampu bersaing baik secara akademik maupun non-akademik.
Diantara program Ma Chung yang mendukung lulusan tidak hanya berkemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat adalah program OBOR (Orientation Based on Reflection), sebuah program pendidikan karakter yang menjadi tahapan wajib bagi seluruh mahasiswa baru hingga menjelang kelulusan.
Direktur Pusat Pendidikan Karakter & Mata Kuliah Umum Universitas Ma Chung, Antono Wahyudi, menjelaskan bahwa OBOR merupakan singkatan dari Orientation Based on Reflection, yaitu program pendidikan karakter yang berorientasi pada refleksi diri sebagai fondasi pembentukan pribadi mahasiswa.
"OBOR adalah kegiatan pendidikan karakter yang didasarkan pada refleksi. Refleksi merupakan aktivitas memahami diri melalui pengalaman dan lingkungan sekitar yang kemudian didorong untuk diterapkan dalam kehidupan mahasiswa," ujar Antono pada media Senin 4 Agustus 2026.
Menurutnya, program ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan terintegrasi dalam rangkaian Ma Chung Festival sebagai bagian dari proses pengembangan karakter mahasiswa.
Mentor Disiapkan Melalui Seleksi Ketat
Keberhasilan OBOR didukung para mentor mahasiswa senior yang telah melalui proses seleksi berlapis. Tahapan tersebut dimulai dari seleksi administrasi, wawancara oleh mentor senior, wawancara oleh Pusat Pendidikan Karakter, hingga asesmen bersama konselor untuk melihat kesiapan dari aspek kesehatan mental. Setelah lolos, para mentor mengikuti Training of Mentor (ToM) selama dua minggu sebagai bekal mendampingi mahasiswa baru selama pelaksanaan OBOR.
Para mentor ini tidak bekerja sendirian. Setiap mentor juga didampingi oleh dosen yang ikut mengawal proses mentoring para mahasiswa. “Kepercayaan dan kenyamanan dapat tumbuh tidak hanya melalui hubungan mentor dan mahasiswa baru, tetapi juga dengan dosennya,” kata Antono.
OBOR 1: Menemukan Nilai Diri
Tahap pertama, OBOR 1, mengangkat tema Self Value atau nilai diri. Dalam program ini mahasiswa dibekali berbagai materi yang menjadi fondasi kehidupan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengenalan dan penanaman 12 Nilai Ma Chung sebagai pedoman sikap dan perilaku mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa mendapatkan pembelajaran mengenai etiket berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Antono menjelaskan, perkembangan teknologi membuat mahasiswa menghabiskan banyak waktu berkomunikasi melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan.
Karena itu, mereka perlu memahami etika dalam berkomunikasi, baik dengan teman sebaya, senior, dosen, maupun ketika berada dalam forum formal maupun informal.
"Kami mengenalkan bagaimana etiket berkomunikasi secara langsung maupun melalui media sosial, WhatsApp, dan platform digital lainnya agar mahasiswa memahami batasan serta menghargai lawan bicara," katanya.
Pendidikan Anti-kekerasan Jadi Prioritas
Materi penting lainnya adalah pendidikan anti-kekerasan seksual, kekerasan fisik, psikis, dan perundungan (bullying).
Dalam sesi tersebut mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengikuti simulasi, diskusi, studi kasus, hingga latihan penyelesaian masalah agar mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan serta mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila menemui kasus tersebut.
"Mahasiswa diajak memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual, kekerasan fisik, psikis, maupun perundungan melalui pembelajaran yang interaktif," jelas Antono.
Belajar Membangun Pertemanan Sehat
OBOR 1 juga memberikan materi mengenai Circle Pertemanan. Antono menilai mahasiswa baru berasal dari berbagai latar belakang agama, suku, budaya, daerah hingga kondisi ekonomi. Perbedaan tersebut berpotensi memunculkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, peserta dibekali keterampilan menyelesaikan konflik, menjaga hubungan yang sehat, serta membangun lingkungan pertemanan yang inklusif tanpa memandang identitas.
"Kami ingin mahasiswa merasa nyaman selama kuliah di Ma Chung, mampu menghargai perbedaan dan membangun hubungan yang harmonis," ujarnya.
OBOR 2 Fokus Kepemimpinan Diri
Memasuki tahap kedua, mahasiswa mengikuti OBOR 2 dengan tema Self Leadership. Program ini membantu mahasiswa memvisualisasikan masa depan, menentukan tujuan hidup dan karier, menyusun langkah-langkah untuk mencapainya melalui materi self planning, time management. Kemudian diakhiri dengan self agency atau keyakinan terhadap kemampuan diri dalam mewujudkan rencana tersebut.
"Mahasiswa belajar memproyeksikan dirinya ingin menjadi apa di masa depan, kemudian menyusun perencanaan dan mengelola waktu agar tujuan itu dapat dicapai," terang Antono.
OBOR 3 Asah Berpikir Kritis
Tahap terakhir adalah OBOR 3 yang akan dilaksanakan pada semester genap. Program ini berfokus pada critical thinking for problem solving, yaitu melatih mahasiswa berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Antono menegaskan ketiga tahapan OBOR dirancang saling berkesinambungan, mulai dari mengenali diri, memimpin diri, hingga mampu memecahkan masalah secara kritis. "OBOR 1, 2, dan 3 merupakan proses yang saling melengkapi sehingga karakter mahasiswa berkembang secara bertahap," katanya.
Menjadi Syarat Kelulusan
Universitas Ma Chung mewajibkan seluruh mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian OBOR. Bahkan, program pendidikan karakter ini menjadi salah satu syarat kelulusan.
"Kami ingin setiap lulusan Universitas Ma Chung tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang kuat, mampu bekerja sama, menghargai keberagaman, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat," pungkas Antono.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?