Banner Iklan

MMD UB 2026 Edukasi Warga Desa Sumberporong tentang Pemanenan Air Hujan dan Lubang Biopori

Admin JSN
05 Agustus 2026 • 15.13 WIB


Dokumentasi dengan warga RW 16 desa Sumberporong setelah sosialisasi, Sumber: Dokumentasi kelompok

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 kelompok 2 menggelar sosialisasi mengenai sistem sistem pemanenan air hujan dan lubang resapan biopori kepada warga RW 16 desa Sumberporong, Kabupaten Malang , pada Sabtu (25/07/2026).

Kegiatan ini dikemas melalui penyampaian materi dan penyebaran poster edukatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap  pengelolaan sumber daya air.

Edukasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan warga mengenai konsep pemanfaatan air hujan dan lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana dan murah untuk mengurangi genangan air serta menjaga kesuburan tanah.

Penanggung jawab program, Riezky Lenadi Putra menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan limpasan air hujan maupun sampah organik rumah tangga secara optimal.

“Saya ingin mengenalkan sebuah inovasi teknologi yang menjadi solusi untuk menampung air hujan yang turun sekaligus untuk meningkatkan daya serap air tanah dan menghasilkan kompos alami,” ujar Riezky.

Pada sesi pertama sosialisasi, Riezky menjelaskan konsep sistem pemanenan air hujan dengan mengalirkan air dari atap rumah melalui talang menuju wadah penampungan yang dilengkapi dengan sistem filtrasi (pasir, kerikil, arang spons, dan ijuk).

Air hasil penyaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan nonkonsumsi, seperti menyiram tanaman dan mencuci kendaraan.

Selanjutnya, pada sesi kedua, peserta diperkenalkan dengan teknik pembuatan lubang resapan biopori menggunakan PVC berdiameter 10-30 cm dengan panjang 80-100 cm.

Lubang tersebut diisi sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daun kering yang kemudian terurai menjadi pupuk organik dan mempercepat penyerapan air ke dalam tanah.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Warga RW 16 tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari mekanisme kerja sistem biopori hingga penentuan lokasi yang tepat.

Ketua RW 16, Pak Cecep, mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Saya sangat senang dan akan memberikan dukungan penuh terhadap program edukasi warga ini dari adik-adik MMD UB”. ujarnya.

Ia berharap inovasi pemanenan air hujan dan lubang resapan biopori dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan kepedulian warga terhadap pengelolaan sumber daya air dan pelestarian lingkungan.

Dosen Pembimbing Lapangan MMD UB 2026, Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penerapan teknologi sederhana yang dapat diadopsi langsung oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menambah wawasan warga tentang teknologi ramah lingkungan yang dapat digunakan di rumah masing-masing, sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.


Kata Kunci: MMD UB 2026, Universitas Brawijaya Malang, SDGs 11, Desa Sumberporong, Pemanenan Air Hujan, Biopori


Penulis: Riezky Lenadi Putra

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • MMD UB 2026 Edukasi Warga Desa Sumberporong tentang Pemanenan Air Hujan dan Lubang Biopori

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?