| Dokumentasi setelah koordinasi dengan Kepala Desa, Ibu Idhiningrum |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2026 Kelompok 2 melaksanakan program kerja berupa digitalisasi motif dan pengembangan brand identity Batik Sumberparang di Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Program yang dilaksanakan oleh Nasyifa Nashwa Hammada, mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, ini bertujuan memperkuat identitas produk unggulan desa melalui pelestarian aset budaya berbasis digital.
Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T., dan dilaksanakan pada tanggal 7-29 Juli 2026.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Kepala Desa Sumberporong, Hj. Idhinningrum, S.Sos., S.H., M.M., pada 7 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan observasi dan wawancara bersama pengrajin Batik Sumberparang di Galeri Batik Dirahayu milik Ibu Indri dan Bapak Dodok pada 11 Juli 2026.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai dasar penyusunan strategi digitalisasi dan pengembangan identitas visual Batik Sumberparang.
Kepala Desa Sumberporong, Hj. Idhinningrum, S.Sos., S.H., M.M., menjelaskan bahwa Batik Sumberparang diciptakan sebagai ikon Desa Sumberporong yang mengangkat legenda dan kearifan lokal sebagai identitas desa.
“Saya harap Batik Sumberparang dapat terus berkembang sebagai kebanggan desa sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan karakter dan budaya Desa Sumberporong kepada masyarakat lebih luas.” ujarnya.
Berangkat dari semangat tersebut, program difokuskan pada digitalisasi Batik Sumberparang menggunakan perangkat lunak Adobe Illustrator dengan metode vectoring.
Digitalisasi dilakukan terhadap motif Batik Sumberparang sebagai identitas resmi Desa Sumberporong sehingga menghasilkan arsip digital yang lebih terstruktur.
Selain itu, hal ini dilakukan dengan tujuan agar motif mudah didokumentasikan, serta siap dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan pengembangan produk dan media promosi.
Keberadaan arsip digital ini juga menjadi langkah awal dalam mendukung literasi digital melalui pengelolaan aset budaya secara lebih sistematis.
Selain digitalisasi motif, program dilanjutkan dengan pengembangan brand identity Batik Sumberparang yang meliputi perancangan logo, pemilihan tipografi, penyusunan color palette, serta pengembangan berbagai contoh implementasi identitas visual.
Seluruh hasil perancangan kemudian dihimpun dalam sebuah katalog fisik yang memuat aset visual Batik Sumberparang beserta contoh penerapannya pada sticker, thank you card, hang tag, serta rancangan media promosi dan merchandise seperti totebag, kaos, dan tumbler.
Katalog tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam menjaga konsistensi identitas visual sekaligus mendukung pengembangan produk Batik Sumberparang di masa mendatang.
Program digitalisasi dan pengembangan brand identity Batik Sumberparang tidak hanya menghasilkan arsip digital dan identitas visual, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Melalui tersedianya aset digital yang terdokumentasi dengan baik, pemerintah desa memiliki fondasi untuk mengembangkan Batik Sumberparang secara lebih konsisten, baik sebagai media promosi maupun sebagai dasar pengembangan berbagai produk turunan.
Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) melalui penguatan daya saing produk unggulan desa, serta SDGs Desa 18 (Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif) melalui pelestarian warisan budaya berbasis digital dan penguatan identitas desa.
Ke depan, hasil digitalisasi dan pengembangan brand identity Batik Sumberparang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Sumberporong maupun para pengrajin dalam mengembangkan promosi serta inovasi produk berbasis budaya lokal
Kata Kunci: Desa Sumberporong, MMD UB 2026, Digitalisasi Batik Sumberparang, SDGs Desa 8, Literasi Digital


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?