BANYUWANGI | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Membangun desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 39 menyelenggarakan program “Jelajah Edukasi dan Konservasi Kopi Lokal untuk Generasi Muda” pada Rabu, 15 Juli 2026, di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Batu Huqu, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kopi sebagai potensi unggulan Desa Gombengsari sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan budidaya kopi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya yang didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya.
Program edukasi dilaksanakan oleh Ingrid Putri Gumilang dan Vada Indah Lestari melalui penyampaian materi mengenai tanaman kopi, tahapan budidaya, proses pengolahan hingga menjadi minuman, serta manfaat ekonomi kopi bagi masyarakat Desa Gombengsari. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui contoh sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Tim MMD UB mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Gombengsari dan keluarga besar MI Batu Huqu atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui sesi tebak gambar, tanya jawab, kuis, dan permainan edukatif yang mengajak siswa mengenal perjalanan kopi dari proses budidaya hingga menjadi minuman. Sebagai bentuk keberlanjutan edukasi, tim MMD UB juga membagikan zine berisi ringkasan materi agar siswa dapat mempelajarinya kembali secara mandiri setelah kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menjawab pertanyaan dan aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Sebagai bentuk implementasi materi, siswa diajak menanam bibit kopi di lingkungan MI Batu Huqu bersama tim MMD UB. Melalui praktik tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menanam dan merawat tanaman sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman bibit kopi diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap potensi lokal Desa Gombengsari.
Salah satu pelaksana kegiatan, Ingrid Putri Gumilang, mengatakan bahwa edukasi mengenai kopi lokal perlu dikenalkan sejak dini agar generasi muda memiliki rasa bangga terhadap potensi daerahnya sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan. "Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan siswa mengenai kopi sebagai komoditas unggulan Desa Gombengsari, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sejak dini. Menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan mencintai potensi lokal merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan anak-anak untuk mendukung keberlanjutan desa," ujar Ingrid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MI Batu Huqu semakin mengenal kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Gombengsari serta menerapkan kebiasaan sederhana untuk menjaga lingkungan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya dalam mendukung terwujudnya generasi muda yang peduli terhadap potensi lokal dan lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui edukasi lingkungan dan penanaman bibit kopi kepada generasi muda.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?