Banner Iklan

Mahasiswa UB Susun Studi Kelayakan, Dorong Batik Sumberparang Jadi Produk Unggulan dan Identitas Desa Sumberporong

Admin JSN
05 Agustus 2026 • 15.05 WIB

 

Foto bersama bu Kades Sumberporong dengan menunjukkan motif batik Sumberparang


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) UB 2026 menyusun dokumen studi kelayakan pengembangan Batik Sumberparang di Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kegiatan riset dan studi dilaksanakan dari 6 - 29 Juli 2026, bertujuan menjadikan batik khas desa tersebut sebagai produk unggulan sekaligus identitas resmi desa.

Kegiatan ini bertajuk "Studi Kelayakan Pengembangan Batik Sumberporong sebagai Produk Unggulan Desa Berbasis Literasi Digital" ini digagas oleh Fadhil Muhammad Fathan, mahasiswa Manajemen UB yang tergabung dalam kelompok 2 MMD UB Desa Sumberporong di bawah bimbingan Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, ST., MT.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Kepala Desa Sumberporong, Ibu Hj. Idhiningrum, S.Sos., di Balai Desa Sumberporong.

Pertemuan ini membahas arah pengembangan Batik Sumberparang, mulai dari sejarah dan filosofi batik yang lahir pada 31 Agustus 2019, hingga strategi memperkuatnya sebagai identitas desa secara menyeluruh.

Sebagai informasi, menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, nama Sumberparang berkaitan dengan kisah perseteruan antara Demang Kentol dan Demang Lengket yang akhirnya berakhir damai berkat dakwah Mbah Pati.

Bu Idhiningrum menilai bahwa cerita tersebut harus dituangkan dalam bentuk karya batik.

“Batik Sumberparang akan menjadi simbol persatuan dan semangat desa Sumberporong”ujar beliau.

Setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke pengrajin batik tulis Sumberparang di wilayah RW 3, yakni sepasang suami istri Pak Dodok dan Ibu Indri.

Dari observasi langsung proses produksi, mahasiswa memperoleh gambaran kondisi riil usaha batik, mulai dari proses membatik, kendala bahan baku, hingga tantangan pemasaran yang selama ini dihadapi pengrajin.

Bu Indri, pengrajin batik Sumberapang, sedang melakukan canting

Selama kegiatan MMD berlangsung, disusun analisis kelayakan usaha yang mencakup empat aspek utama, yaitu pemasaran, keuangan, sumber daya manusia (SDM), dan operasional.

Analisis ini menjadi dasar penyusunan dokumen studi kelayakan yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Desa Sumberporong dalam merumuskan strategi pengembangan Batik Sumberparang ke depan.

Dari hasil kajian tersebut, mahasiswa turut memberikan rekomendasi pengembangan produk turunan batik, seperti tote bag, topi, dan mug bermotif Sumberparang, sebagai upaya memperluas segmen pasar sekaligus menghadirkan pilihan produk yang lebih terjangkau bagi wisatawan.

Selain itu, sebagai bagian dari penguatan literasi digital dan strategi pemasaran, mahasiswa juga merekomendasikan agar batik Sumberparang ini diintegrasikan dengan potensi wisata lokal seperti Museum RSJ Lawang, telogo porong, dll.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi sebagai program pengabdian kepada masyarakat.

Dokumen studi kelayakan yang dihasilkan juga diharapkan dapat mendukung capaian SDGs Desa, khususnya poin 8 dan 9 yaitu pertumbuhan ekonomi desa yang merata dan infrastruktur dan inovasi desa melalui pengembangan potensi lokal.

Ke depan, hasil studi kelayakan ini direncanakan menjadi salah satu rujukan Pemerintah Desa Sumberporong dalam mengembangkan Batik Sumberparang

Tidak hanya sebagai produk ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai identitas budaya yang memperkuat citra Desa Sumberporong di tingkat lebih luas.


Penulis: Fadhil Muhammad Fathan

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa UB Susun Studi Kelayakan, Dorong Batik Sumberparang Jadi Produk Unggulan dan Identitas Desa Sumberporong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?