TULUNGAGUNG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Kelompok 11 KKN Pesantren UPN Veteran Jawa Timur menggelar praktik pembuatan pupuk kompos dari daun kering bersama siswa Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 siswa sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah organik sekaligus memberikan solusi atas permasalahan daun kering yang menumpuk di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini berawal dari keluhan pihak pesantren mengenai banyaknya daun kering yang berguguran akibat rimbunnya pepohonan di area lingkungan. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan penyelesaikan permasalahan sampah organik dan memberikan nilai manfaat bagi lingkungan. Pihak Pesantren Al Azhaar menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap solusi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
"Di lingkungan kami terdapat banyak pohon yang rindang sehingga setiap hari menghasilkan cukup banyak daun kering. Selama ini daun-daun tersebut hanya dikumpulkan dan dibuang. Kami berharap, daun kering yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menawarkan pemanfaatan daun kering sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos. Salah satu anggota tim KKN, Aulia, menjelaskan bahwa limbah daun kering di lingkungan pesantren memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk alami.
"Daun kering yang menumpuk sebenarnya memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan benar. Melalui pembuatan pupuk kompos, kita tidak hanya mengurangi sampah daun kering, tetapi juga menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan pesantren," jelas Aulia.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penyampaian mengenai pengelolaan sampah dan manfaat pupuk kompos. Setelah itu, para siswa diajak mengumpulkan daun-daun kering yang berada di sekitar lingkungan pesantren sebagai bahan utama praktik pembuatan kompos.
Mahasiswa KKN kemudian mendemonstrasikan tahapan pembuatan kompos, mulai dari proses pengumpulan bahan, pencampuran, hingga cara pengelolaan dan perawatan kompos agar dapat terurai dengan baik. Siswa juga diberikan petunjuk mengenai proses lanjutan hingga kompos siap digunakan sebagai pupuk organik.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari praktik mengumpulkan daun hingga sesi tanya jawab. Banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan terkait proses pembuatan dan pemanfaatan pupuk kompos.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa semakin memahami bahwa daun kering yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan pesantren, pemanfaatan daun kering menjadi kompos juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan dan mendorong penerapan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung.
#lppmupnvjt #SDGsupnvjt #literasidigital #KKNInovasiPesantren



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?