![]() |
| John Herdman mempunyai tiga pilihan target bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 jelang menghadapi laga hidup-mati di kandang Singapura malam ini (7/8)./dok.ASEAN United FC |
KALLANG | JATIMSATUNEWS.COM: Jelang Timnas Indonesia menantang tuan rumah Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, John Herdman dihadapkan pada tiga pilihan target.
Pertama, membawa Timnas Indonesia menang atas Singapura pada Jumat (7/8) malam pukul 20.00 WIB.
Jika berhasil, maka Herdman akan menghindari torehan minor Nilmaizar sebagai pelatih tetap (bukan interim/caretaker) yang debutnya gagal membawa Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2012.
Kedua, mengikuti jejak dua pelatih terakhir Indonesia yang debutnya mampu membawa Garuda tampil di final Piala AFF.
Dua pelatih tersebut adalah Alfred Riedl dan Shin Tae-yong.
Alfred Riedl menjalani debutnya sebagai pelatih Indonesia pada Piala AFF 2010 dan mengantarkan Garuda yang dikapteni Firman Utina dan Bambang Pamungkas lolos ke final.
Meski gagal juara, torehan Riedl salah satu yang tidak mudah diraih pelatih Indonesia selanjutnya saat debut di turnamen Asia Tenggara dua tahunan tersebut.
Butuh lebih dari 10 tahun berselang, capaian Riedl diulangi Shin Tae-yong pada Piala AFF 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi Covid-19.
Sama seperti Riedl, meski Shin gagal mengantarkan Merah Putih merengkuh trofi pertamanya di AFF, beberapa pemain mudanya di tim tersebut kemudian menjadi tulang punggung pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, beberapa di antaranya masih ada di Piala AFF 2026.
Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Egy Maulana Vikri, Kadek Agung, dan Muhammad Riyandi yang berada di skuat Herdman pernah menjadi bagian dari finalis 2020.
Kemudian, pilihan target ketiga adalah mengukir rekor sebagai pelatih pertama Timnas Indonesia yang debut di Piala AFF langsung juara.
Ya, sejak ajang ini digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger, belum pernah ada pelatih Timnas Indonesia yang debut di Piala AFF dan langsung memberi gelar juara.
John Herdman masih berpeluang melakukannya bersama skuat mahalnya.
Merujuk laman Transfermarkt, Indonesia untuk pertama kali menjadi tim termahal di Piala AFF dengan nilai pasar sebesar 9,43 juta euro atau sekitar Rp196 miliar pada edisi 2026.
Bahkan, jika Justin Hubner tidak dihitung karena tidak dilepas klubnya, nilai pasar Indonesia masih sebesar €8,43 juta alias sekitar Rp174 miliar. Penurunan nilai pasarnya juga masih minor jika tidak mencantumkan Marselino Ferdinan (100 ribu euro/Rp1,74 miliar) yang ditegaskan Herdman akan absen sepanjang turnamen.
Melihat sumber daya pemain sedemikian rupa, Herdman masih punya peluang untuk menghindari kemungkinan mengulangi catatan kurang maksimal dari era Nilmaizar dan Bima Sakti—sebagai pelatih sementara—pada 2018.
Adapun pertandingan Singapura vs Indonesia akan disiarkan langsung RCTI dan kanal YouTube YBRap, serta akan berlangsung serentak dengan laga Vietnam vs Kamboja di Hanoi. ***
Penulis: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?