Banner Iklan

KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 02 Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Solusi Berkelanjutan di Desa Kedungmegarih, Dihadiri Rektorat dan Jajaran LPPM UPN Veteran Jawa Timur

Admin JSN
09 Agustus 2026 • 20.57 WIB

 

Dokumentasi Kegiatan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 02 Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Solusi Berkelanjutan di Desa Kedungmegarih, Dihadiri Rektorat dan Jajaran LPPM UPN Veteran Jawa Timur

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 02 Desa Kedungmegarih, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, melaksanakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan workshop yang berfokus pada pemanfaatan potensi serta pengelolaan limbah pertanian di tingkat masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi serta potensi lokal Desa Kedungmegarih.


Dua kegiatan utama yang dilaksanakan yaitu Workshop Pembuatan Briket dari Sekam Padi dan sosialisasi “Mengolah Limbah Organik Menjadi Solusi Pupuk untuk Pertanian”. Kedua kegiatan tersebut mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah pertanian dan peningkatan kualitas pertanian secara berkelanjutan.


Mengubah Sekam Padi Menjadi Energi Bernilai Guna


Melalui Workshop Pembuatan Briket dari Sekam Padi, mahasiswa KKN Kelompok 02 memperkenalkan pemanfaatan sekam dan jerami padi yang selama ini berpotensi menjadi limbah menjadi bahan bakar alternatif berupa briket.

Dalam materi workshop dijelaskan bahwa sekam padi merupakan kulit terluar yang terpisah dalam proses penggilingan gabah. Jumlahnya dapat mencapai sekitar 20–30 persen dari berat gabah dan memiliki karakteristik berupa kandungan karbon yang cukup tinggi, mudah terbakar, serta tersedia melimpah setiap musim panen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sekam padi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi biomassa.

Permasalahan muncul ketika limbah pertanian seperti sekam dan jerami masih dibakar secara terbuka atau dibiarkan menumpuk tanpa pemanfaatan optimal. Praktik tersebut dapat menimbulkan pencemaran udara, meningkatkan emisi gas rumah kaca, berpotensi menyebabkan kebakaran dan gangguan kesehatan, sekaligus menghilangkan peluang untuk mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui workshop tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep briket sebagai bahan bakar padat yang dibuat dari arang hasil karbonisasi limbah organik, seperti sekam dan jerami padi, yang kemudian dicampur dengan perekat dan dicetak.

Tidak berhenti pada aspek lingkungan, pemanfaatan sekam padi menjadi briket juga memiliki potensi ekonomi. Materi workshop menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku yang melimpah, proses produksi yang relatif sederhana, serta adanya kebutuhan terhadap bahan bakar ramah lingkungan membuka peluang pengembangan usaha masyarakat. Potensi pasarnya mencakup rumah tangga, UMKM kuliner, pedagang sate dan BBQ, industri kecil hingga kebutuhan pasar ekspor.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur beserta jajaran Wakil Rektor dan jajaran LPPM, sehingga menjadi salah satu momentum penting yang menunjukkan dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan potensi masyarakat desa melalui program KKN.

Limbah Organik Menjadi Solusi bagi Pertanian

Selain mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai energi alternatif, Kelompok 02 juga menghadirkan sosialisasi “Mengolah Limbah Organik Menjadi Solusi Pupuk untuk Pertanian.”

Kegiatan ini berangkat dari pentingnya bahan organik dalam menjaga kesuburan tanah. Tanaman membutuhkan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium serta unsur mikro secara seimbang. Dalam prosesnya, mikroorganisme berperan menguraikan limbah organik menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Bahan organik juga berperan dalam membuat tanah lebih gembur, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, dan mendukung penyerapan unsur hara oleh akar.

Sosialisasi juga memberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus tanpa diimbangi penambahan bahan organik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah, antara lain tanah menjadi lebih padat dan keras, berkurangnya mikroorganisme tanah, serta menurunnya pH tanah.

Sebagai bentuk penerapan, mahasiswa memperkenalkan pengolahan limbah organik menjadi kompos dengan metode komposter ember bertumpuk. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai ciri kompos yang berhasil, yaitu berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tanah, memiliki tekstur gembur dan remah, mudah hancur ketika diremas, serta memiliki suhu yang telah sama dengan suhu lingkungan.

Hasil pengolahan tersebut tidak hanya menghasilkan kompos padat. Air lindi yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan setelah melalui proses fermentasi. Dalam materi sosialisasi, air lindi atau POC difermentasi dalam botol tertutup selama 1–2 minggu hingga matang, kemudian diencerkan menggunakan air bersih dengan perbandingan 1:10 sebelum diaplikasikan pada tanah atau pangkal tanaman secara berkala.

KKN sebagai Upaya Mengubah Potensi Menjadi Solusi

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 02 Desa Kedungmegarih tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi yang berada di lingkungan sekitar.

Sekam dan jerami yang sebelumnya dipandang sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan baku energi alternatif yang berpotensi memiliki nilai ekonomi. Sementara itu, limbah organik rumah tangga dan pertanian diarahkan untuk kembali dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik yang dapat mendukung kesuburan tanah.

Dengan demikian, kedua workshop tersebut memiliki satu benang merah: mengubah limbah menjadi nilai guna. Pengelolaan sekam padi diarahkan pada pemanfaatan energi alternatif dan peluang ekonomi masyarakat, sedangkan pengolahan limbah organik diarahkan untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, KKN Kelompok 02 Desa Kedungmegarih berupaya menghadirkan gagasan bahwa persoalan lingkungan dan pertanian tidak selalu harus diselesaikan dengan sesuatu yang baru dari luar desa. Sebaliknya, potensi yang telah tersedia di desa dapat diolah menjadi solusi apabila dikelola dengan pengetahuan, teknologi sederhana, dan pendampingan yang tepat.

Pada akhirnya, keberadaan mahasiswa KKN di Desa Kedungmegarih diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat agar mampu melihat limbah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, pertanian, dan perekonomian masyarakat desa.


Penulis :  Kelompok 2 KKN Lamongan 2026 UPN "Veteran" Jawa Timur


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 02 Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Solusi Berkelanjutan di Desa Kedungmegarih, Dihadiri Rektorat dan Jajaran LPPM UPN Veteran Jawa Timur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?