Banner Iklan

Gagas Inovasi Pendidikan Daerah 3T, Mahasiswa UMM Borong Penghargaan di Kancah Asia Tenggara

Admin JSN
05 Agustus 2026 • 13.55 WIB

 

Potret Fahmi Daud Ibrahim, mahasiswa UMM yang sukses mengharumkan nama bangsa di kancah Asia Tenggara melalui inovasi pendidikan untuk daerah 3T.

​MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan di tingkat internasional kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Fahmi Daud Ibrahim, seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) UMM, sukses mencuri perhatian dewan juri di ajang Semangat Muda Indonesia (SMI) Youth Exchange yang digelar di tiga negara sekaligus: Singapura, Malaysia, dan Thailand, pada 13-18 Juli 2026 lalu.

​Pemuda asal Kabupaten Tulungagung ini mengusung sebuah inovasi pendidikan inklusif bertajuk Smart Inclusive Learning (SIL). Gagasan ini dirancang secara khusus untuk mendobrak keterbatasan akses pendidikan bagi masyarakat yang bermukim di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

​Proyek SIL ini berfokus pada pemerataan pendidikan berkelanjutan yang sejalan dengan poin keempat Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi ini sangat aplikatif diterapkan di kawasan pelosok karena memanfaatkan kekayaan alam dan lingkungan sekitar sebagai media peraga utama.

​Dengan menggabungkan pendekatan Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) dan Contextual Teaching and Learning (CTL), model pembelajaran ini mengajak para pengajar untuk mengeksplorasi benda-benda konkret di alam guna membantu siswa memahami materi secara nyata. Hebatnya lagi, metode ini juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas.

​"Modul ini kami susun agar pendidikan berkualitas tidak eksklusif milik mereka yang memiliki fasilitas mewah atau internet cepat. Melalui pendekatan CPA dan CTL, bahan ajar bisa disesuaikan dengan kearifan lokal. Guru, pemuda desa, hingga orang tua di wilayah 3T bisa langsung mempraktikkannya secara menyenangkan dengan menggunakan alat-alat seadanya di sekitar mereka," urai Fahmi kepada media.

​Berkat kematangan konsep sosial tersebut, inovasi SIL sukses mendulang apresiasi tinggi dari dewan penguji internasional. Tak tanggung-tanggung, Fahmi berhasil memborong dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Best Leader dan Best Team.

​Di balik kesuksesan gemilang tersebut, Fahmi mengaku bahwa pencapaian ini adalah buah dari proses panjang, evaluasi atas kegagalan di masa lalu, dan gaya kepemimpinan yang merangkul semua pihak.

​"Sebelumnya saya sempat gagal, namun saya mengevaluasi diri. Saat dipercaya menjadi ketua di proyek ini, fokus utama saya bukan mendominasi, melainkan mendengarkan aspirasi dan membagi peran sesuai keahlian tiap anggota. Alhamdulillah, kolaborasi itulah yang membuahkan hasil," ungkapnya bangga.

​Menutup perbincangannya, Fahmi berharap capaian inovasi sosial di panggung ASEAN ini bisa menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa Kampus Putih UMM dan generasi muda pada umumnya. Ia berpesan agar pemuda tidak mudah ragu dalam mengambil langkah.

​"Mulai saja dulu dan coba berbagai hal. Jangan pernah minder atau membatasi kapasitas diri sendiri. Hambatan terbesar sering kali muncul dari keraguan kita untuk melangkah. Manfaatkan setiap peluang yang ada, karena kegagalan terbesar adalah ketika kita tidak berani mencoba sama sekali," pungkasnya. (*)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gagas Inovasi Pendidikan Daerah 3T, Mahasiswa UMM Borong Penghargaan di Kancah Asia Tenggara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?