Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Akhdan dan Deninta Sabet Gelar Raka Raki Jatim 2026, Potensi Lokal Tembus Kancah Global

Admin JSN
08 Agustus 2026 • 15.04 WIB
Anggota DPD RI, Lia Istifhama berfoto bersama Akhdan Muhammad Zahran Wibisono asal Kabupaten Malang dan Deninta Festi Berliani dari Kota Surabaya resmi dinobatkan sebagai Raka dan Raki Jawa Timur 2026.

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM: Puncak ajang Pemilihan Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur 2026 sukses digelar dengan meriah di Aston Gresik Hotel, Jumat (7/8/2026) malam. Dalam malam grand final tersebut, Akhdan Muhammad Zahran Wibisono asal Kabupaten Malang dan Deninta Festi Berliani dari Kota Surabaya resmi dinobatkan sebagai Raka dan Raki Jawa Timur 2026.

Terpilihnya dua figur muda berprestasi ini bukan sekadar ajang penganugerahan semata, melainkan langkah strategis Provinsi Jawa Timur dalam mencetak motor penggerak pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif (ekraf) di masa depan.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan sorotan khusus terkait peran duta wisata. Tokoh perempuan Jatim yang akrab disapa Ning Lia ini menegaskan bahwa ajang Raka-Raki ke-28 ini membawa gagasan krusial mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan.

"Dalam momen Grand Final Raka-Raki Jawa Timur yang ke-28 di tahun 2026 ini, kita mendapatkan sebuah brainstorming bahwasanya pariwisata berkelanjutan itu sangat penting," ungkap Ning Lia.

Menurutnya, Jawa Timur saat ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata nasional. Hal ini selaras dengan visi besar untuk menjadikan Jawa Timur sebagai "Gerbang Baru Nusantara". Oleh karena itu, potensi pariwisata Jatim harus dikawal oleh generasi muda sebagai agent of change (agen perubahan).

Berdasarkan teori peran (role theory), Ning Lia meyakini bahwa generasi muda memiliki kapasitas besar untuk memperkuat sektor pariwisata daerah. "Semoga Raka-Raki yang terpilih nanti bisa terus menggaungkan potensi lokal untuk mengangkat wilayahnya semakin go nasional sekaligus go internasional," harapnya.

Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Kaderisasi Duta Pariwisata

Senada dengan Ning Lia, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, mengingatkan bahwa Pemilihan Raka-Raki bukanlah sekadar ajang unjuk gengsi untuk memperebutkan gelar juara. Ajang bergengsi ini sejatinya adalah wadah kaderisasi generasi muda agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah.

"Saya ingin menyampaikan bahwa pemilihan Raka-Raki pada malam ini bukanlah sekadar kompetisi atau penobatan. Ini lebih dari sekadar penghargaan," tegas Adhy dalam sambutannya.

Tingginya arus kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara ke Jawa Timur, menjadi tantangan sekaligus peluang emas. Kondisi ini menuntut hadirnya sosok duta pariwisata yang tidak hanya berparas menarik, tetapi juga cerdas dan berkarakter.

"Kita melihat bagaimana peningkatan arus wisatawan asing maupun domestik yang sangat tinggi masuk ke Jawa Timur. Ini sangat membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi agent of change, duta budaya, sekaligus duta pariwisata yang andal," jelas Adhy.

Lebih lanjut, ia menjabarkan kriteria ideal seorang Raka-Raki. Jawa Timur membutuhkan talenta muda yang tidak hanya cakap dalam berkomunikasi, tetapi juga memiliki integritas tinggi, wawasan kebangsaan yang luas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan yang paling penting, kecintaan mendalam terhadap budaya daerah.

Kini, tongkat estafet promosi kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur berada di tangan Raka Akhdan dan Raki Deninta. Keduanya bersiap membawa pesona, kreativitas, dan potensi lokal Jawa Timur agar semakin bersinar, tak hanya di kancah nasional, namun juga di panggung internasional.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Akhdan dan Deninta Sabet Gelar Raka Raki Jatim 2026, Potensi Lokal Tembus Kancah Global

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?