Banner Iklan

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Dosen UM Latih Petani Mendalanwangi Olah Limbah Organik Jadi Kompos dan Biopestisida

Eko Rudianto
07 Agustus 2026 • 14.50 WIB

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Persoalan ketergantungan terhadap pupuk kimia dan pestisida sintetis mulai dijawab melalui pemanfaatan sumber daya lokal di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Universitas Negeri Malang (UM) mendorong petani setempat untuk mengolah limbah organik menjadi kompos dan biopestisida sebagai bagian dari upaya membangun sistem pertanian padi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap input dari luar, tetapi juga mendorong agar limbah yang selama ini belum dimanfaatkan dapat kembali menjadi sumber daya produktif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Pertanian Padi Berkelanjutan melalui Sekolah Lapang dan Pelatihan Pembuatan Kompos serta Biopestisida di Desa Mendalanwangi, Kabupaten Malang, Jawa Timur” yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026 di Balai Desa Mendalanwangi. Kegiatan melibatkan 10 orang petani yang direkomendasikan oleh Pemerintah Desa Mendalanwangi. Sebagai wilayah agraris yang banyak mengandalkan sektor pertanian padi, Mendalanwangi memiliki potensi sumber daya organik yang cukup besar, namun pemanfaatannya sebagai bagian dari sistem produksi pertanian masih perlu diperkuat.

Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian UM tidak hanya memberikan materi secara teoretis, tetapi mengajak petani terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan praktik. Kompos dan biopestisida diperkenalkan sebagai bagian dari strategi pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, sekaligus sebagai upaya membangun pola pengelolaan pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Petani juga diajak melihat bahwa limbah organik rumah tangga maupun sisa hasil pertanian tidak harus berakhir sebagai buangan, tetapi dapat diolah kembali menjadi bahan yang memiliki manfaat bagi kegiatan budidaya.

Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan dan diskusi berlangsung. Petani secara aktif menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari tingginya biaya input, penggunaan pupuk kimia, hingga belum optimalnya pemanfaatan limbah organik. Persoalan tersebut kemudian menjadi bagian dari diskusi untuk menghubungkan materi dengan kondisi nyata di lapangan, sementara praktik langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami tahapan pembuatan kompos dan biopestisida dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.

Ketua tim pengabdian, Rivandi Pranandita Putra, S.P., M.Sc., bersama anggota Dr. Ir. Vita Ayu Kusuma Dewi, S.T., M.Si., Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si., M.Si., Ph.D., Ike Sari Astuti, S.P., M.Nat.Res.St., Ph.D., Fithrotul Mukarromah, Shafira Putri Azzahra, dan Mukhammad Gusti Kharisudin Firdaus, terlibat langsung dalam pelaksanaan program. Tim menempatkan penguatan kapasitas petani sebagai bagian penting dalam mendorong perubahan praktik pertanian. Pengetahuan mengenai pertanian berkelanjutan dinilai perlu disertai keterampilan teknis agar petani mampu menerapkannya secara mandiri dalam kegiatan budidaya.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan kompos dan biopestisida serta memperoleh pengalaman praktis dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah organik, dari sesuatu yang dianggap sebagai sampah menjadi sumber daya yang dapat dikembalikan ke dalam sistem produksi. Kolaborasi antara UM, Pemerintah Desa Mendalanwangi, dan petani menjadi bagian penting dalam membangun pendekatan tersebut agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di tingkat lapangan.

Ke depan, pendampingan dan penerapan secara berkelanjutan diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Pengembangan praktik pemanfaatan limbah organik secara lebih luas di tingkat kelompok tani diharapkan dapat memperkuat efisiensi usaha tani sekaligus mendukung kesehatan tanah dan keberlanjutan produksi padi. Dari Desa Mendalanwangi, UM mendorong langkah sederhana namun strategis dalam pertanian berkelanjutan, yakni mengubah limbah menjadi sumber daya dan mengubah pengetahuan menjadi keterampilan yang dapat diterapkan langsung oleh petani.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dorong Pertanian Berkelanjutan, Dosen UM Latih Petani Mendalanwangi Olah Limbah Organik Jadi Kompos dan Biopestisida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?