PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM : Potensi kentang sebagai salah satu komoditas hortikultura unggulan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, terus didorong agar tidak berhenti pada penjualan dalam bentuk segar. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Bangsa melalui pelatihan pengolahan pascapanen kentang berbasis rumah tangga. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus mendorong diversifikasi usaha rumah tangga petani.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kelompok Wanita Tani melalui Pengolahan Pasca Panen Kentang Berbasis Rumah Tangga di Kecamatan Tosari” dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Bale Susu, Desa Baledono, Kecamatan Tosari. Sebanyak 13 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 12 anggota KWT Harapan Bangsa dan satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Tosari. Pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi pengolahan, praktik langsung, hingga pemberian panduan teknis yang dapat digunakan peserta setelah pelatihan.
Selama ini, sebagian besar kentang hasil pertanian masyarakat masih dipasarkan sebagai produk segar sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif terbatas dan pendapatan rumah tangga cukup dipengaruhi oleh perubahan harga pasar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperkenalkan pengolahan pascapanen yang dapat dilakukan dengan peralatan sederhana di tingkat rumah tangga. Dalam kegiatan ini, peserta dikenalkan pada pengolahan kentang menjadi nugget kentang beku dan perkedel kentang beku, sekaligus diberikan pemahaman mengenai higiene pangan, pengemasan, penyimpanan, serta peluang pemasaran produk olahan.
Tidak berhenti pada penyampaian teori, peserta juga terlibat langsung dalam proses pengolahan. Demonstrasi dilanjutkan dengan praktik bersama mulai dari pemilihan bahan baku, persiapan kentang, pencampuran bahan, pembentukan produk, pengukusan, pelapisan, hingga persiapan pembekuan dan pengemasan. Pendekatan praktik tersebut membuat peserta dapat melihat secara langsung bagaimana kentang hasil pertanian lokal dapat diubah menjadi produk yang memiliki bentuk, daya simpan, dan peluang pasar yang berbeda dibandingkan ketika dijual sebagai komoditas segar.
Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan 15 pertanyaan, nilai rata-rata peserta meningkat dari 93,33 persen menjadi 97,78 persen, atau bertambah sebesar 4,45 poin persentase. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan antusiasme dalam mendiskusikan teknik pengolahan, penyimpanan, kemasan, hingga peluang pengembangan produk sebagai usaha rumah tangga, sementara keterlibatan PPL Tosari turut membuka peluang keberlanjutan pendampingan di tingkat masyarakat.
Ketua tim pengabdian Rivandi Pranandita Putra, bersama anggota Annisa Aurora Kartika, Vita Ayu Kusuma Dewi, Bagus Setiabudi Wiwoho, Ike Sari Astuti, Shafira Putri Azzahra, Fithrotul Mukarromah, Mukhammad Gusti Kharisudin Firdaus, dan Febrian Eka Ardhiansyah, menilai bahwa pengolahan pascapanen dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal. Bagi wilayah Tosari yang juga berada pada jalur menuju kawasan wisata Bromo, produk olahan kentang memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai produk pangan lokal yang dapat dipasarkan kepada masyarakat dan wisatawan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UM untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Penguatan keterampilan pengolahan pascapanen diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dapat berkembang melalui pendampingan, penguatan kemasan dan merek, peningkatan standar keamanan pangan, serta perluasan pemasaran. Dengan demikian, kentang yang selama ini menjadi komoditas utama petani Tosari tidak hanya memiliki nilai ketika dipanen, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah lebih besar setelah diolah di tingkat rumah tangga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?